150 Mahasiswa GenBI Tegal Jadi Agen BI Jaga Inflasi Pangan di Eks Karsidenan Pekalongan

- Sabtu, 19 November 2022 | 16:27 WIB
seminar sinergi penguatan Implementasi GNPIP pada GNBI Tegal
seminar sinergi penguatan Implementasi GNPIP pada GNBI Tegal

PEKALONGAN, AYOSEMARANG.COM- Sebanyak 150 orang dari komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) berkumpul di Hotel Nirmawa Kota Pekalongan, Sabtu 19 November 2022.
 
Komunitas mahasiswa yang mengatasnamakan Generasi Baru Indonensia (GenBI) itu berasal dari Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal, Universitas Pekalongan (Unikal) dan UIN Gus Dur Pekalongan.
 
“Ini semua mahasiswa terpilih dengan nilai IPK (Indek Prestasi Kumulatif) 3,5. Mereka diberi tugas dan bekal oleh BI untuk ikut dalam pengendalian inflasi pangan,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Dody Nugraha, Sabtu 19 November 2022.
 
Selain itu, GenBI merupakan kepanjangan tangan BI menjadi motor untuk mendorong akseptansi masyarakat terhadap inovasi Bank Indonesia salah satunya terkait pengendalian inflasi.

Para mahasiswa GenBI tidak hanya mendapat beasiswa sebesar Rp12 juta pertahun selama dua tahun. Mereka juga akan mendapat 20 bibit cabe, untuk ditanam di lingkungan rumahnya. Hal itu bertujuan agar dua atau tiga bulan kedepan bisa di panen sebagai upaya menekan laju inflasi.
 
“Ketika Desember dan Januari kedepan ini terjadi hujan, harga pangan pada naik. Mungkin cabe ini bisa membantu untuk keluarganya sendiri,” katanya.
 
Dody juga berharap agar mahasiswa GenBI tidak hanya menularkan pengetahuan kepada keluarganya saja. Tapi juga kepala masyarakat dilingkungan terdekatnya.
Ia juga menekankan kepada penerima beasiswa BI agar benar- benar menggunaka beasiswanya untuk membayar SPP dan kebutuhan perkuliahan.
“Jangan gunakan uang beasiswa untuk main game onlin. Dan sekali – kali terjebak judi online,”tegasnya.
Dody juga menyebutkan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III ini tumbuh 5,28% (yoy). Pertumbuhan ini cukup baik meskipun relative melambat jika dibandingkan pada triwulan II yang mencapai 5,66%(yoy).
Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK)  Kota Tegal  pada Oktober  mengalami deflasi sebesar 0,07%(mtm)  setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 1,09%(mtm). Hal ini mendorong penurunan inflasi tahunan kota Tegal menjadi 6,63%(yoy) setelah pada bulan sebelumnya sebesar 7.18% (yoy).
 
“Secara keseluruhan  hingga akhir tahun 2022, Inflasi IHK kami perkirakan akan lebih tinggi dari batas atas sasaran inflasi, namun akan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada tahun 2023, sebagai upayanya BI akan terus berkoordinasi melalui wadah  Forum TPID Kota Tegal dengan fokus meningkatkan efisiensi rantai nilai komoditas pangan utama, menjaga kecukupan pasokan, dan kelancaran distribusi, mengelola ekspektasi masyarakat yang diharapkan mampu mengarahkan inflasi untuk kembali pada kisaran sasaran inflasi," tukasnya.
 
Dalam kegiatan seminar sinergi penguatan Implementasi GNPIP hadir sebagai narasumber Kepala LKBN Antara Jawa Tengah Teguh Imam Wibowo, Senior Facilitator UNICEF Indonesia, Cristina Setianingrum.
 

 

Editor: Oriza Shavira Arifina

Tags

Terkini

Dr Supari : Media Perlu Kedepankan Fungsi Edukasi

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:35 WIB
X