Bupati Demak Tetapkan Situs Dudukan yang Dibangun sejak Mataram Kuno sebagai Cagar Budaya

- Kamis, 8 Juni 2023 | 18:37 WIB
Bupati tetapkan situs dudukan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur sebagai cagar budaya (Dok)
Bupati tetapkan situs dudukan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur sebagai cagar budaya (Dok)

DEMAK, AYOSEMARANG.COM -- Bupati Demak menetapkan situs dudukan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Demak. Situs tersebut diperkirakan sejak era Kerajaan Mataram Kuno.

Bupati Demak, dr Eisti'anah menyampaikan, situs tersebut merupakan situs klasik dengan ciri Agama Hindu beraliran Siwa atau Siwa Siddantha yang berkembang sekitar abad 5 sampai 10 Masehi. Diperkirakan pada masa Kerajaan Kalingga sampai dengan era Kerajaan Mataram Kuno.

"Pemujaan terhadap Dewa Siwa dalam bentuk Lingga dan Yoni menyimbolkan sebuah harapan terhadap kekuatan, kemakmuran, kesuburan, dan keselarasan hidup," ujarnya di lokasi, Selasa (30/5/2023).

Baca Juga: Ketua DPRD Demak Lepas 85 Atlet KORMI Demak ke FORDA VII Jateng

Di lokasi situs dapat dilihat karakteristik mazhab Siwa terlihat pada benda di area situs, seperti Yoni, Arca Ganesha, Arca Durga dan Lingga Semu.

Sementara itu Pemandu Museum Glagah Wangi Dindikbud Demak, Ahmad Widodo menyampaikan, bahwa situs di Blerong ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Bupati Demak Eisti’anah beberapa waktu lalu.

“Ditetapkan oleh Bupati Demak sebagai cagar Budaya tepatnya sebagai tanggal 26 Oktober 2022,” kata Ahmad Widodo.

“Keberadaan empat arca ini menjadi petunjuk adanya jejak Hindu di wilayah Demak, yang diperkirakan sudah ada sebelum Kerajaan Islam di Demak,” tambahnya.

Baca Juga: Bupati Demak Apresiasi Betonisasi Jalan Desa Werdoyo Program TMMD Tahap I

Lanjutnya, dari catatan yang diperoleh dari Belanda pada tahun 1910 dan di tahun 1914 dengan nomor register 193 bahwa di Desa Blerong ada sebuah arca berupa Ganesha Yoni dan Nandi.

Hingga saat ini benda-benda tersebut masih terawat dengan baik. Yakni dirawat secara swadaya oleh warga dan juga masih dikunjungi para wisatawan lokal maupun wisatawan pecinta sejarah dan benda-benda cagar budaya.

“Belum lama ini juga dikunjungi komunitas pecinta cagar budaya dari Paguyuban Pemerhati Siwa dari Ungaran yang berjumlah 6 orang,” pungkasnya.

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X