Pasca Kasus Guru Cabul, Disdikbud Batang Inovasi Aplikasi Pengaduan Berbasis Website

- Rabu, 28 September 2022 | 16:16 WIB
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Batang, Sumanto, saat sosialisasi penerapan Sekokah ramah anak,  Rabu 28 September 2022 siang. Foto : dok
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Batang, Sumanto, saat sosialisasi penerapan Sekokah ramah anak, Rabu 28 September 2022 siang. Foto : dok

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Kekerasan dan pelecehan seksual kerap terjadi di lingkungan sekolah, sebagai upaya langkah nyata melakukan pencegahan dan penanganan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Batang membuat aplikasi pengaduan berbasis website.
 
Aplikasi itu dibuat pasca terjadinya peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru terhadap siswinya di salah satu SMP di Kecamatan Gringsing.
 
“Saat ini kita sedang memproses aplikasi tersebut agar dapat diterapkan di seluruh sekolah se-Kabupaten Batang,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Batang, Sumanto, Rabu 28 September 2022 siang.

Baca Juga: Adu Gengsi Oppo Find X5 Pro Vs Samsung S22 Plus, Spesifikasi Dewa Harga Wah
 
Ia menyebut, aplikasi itu pertama kali diterapkan SMPN 1 Subah dan kini akan dikembangkan oleh Disdikbud, untuk disebarluaskan. Anak didik dapat melapor melalui aplikasi yang sudah diunduh di gawai.
 
“Kalau melaporkan secara konvensional, di kotak pengaduan terkadang anak merasa takut. Tapi ketika melaporkan secara online, kerahasiaan identitas mereka terjamin,”katanya.

Ia pun mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pihak SMPN 1 Subah dalam pencegahan tindak kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan sekolah.

“Mereka sudah menawarkan kepada kami untuk mengadopsi sistem tersebut dan diterapkan di seluruh sekolah,” ungkapnya.
Ia juga berharap citra seorang guru Bimbingan Konseling (BK), agar lebih bersahabat dengan anak. Sehingga anak dengan mudah tanpa diliputi rasa takut mau menyampaikan segala kejadian yang dialaminya.

Baca Juga: Ngaku Sudah Direstui, Kriss Hatta dan Orang Tua Pacarnya Dikecam KPAI
 
Sumanto juga menambahkan anggaran perubahan, tiap sekolah diwajibkan untuk memasang kamera pengawas di sejumlah titik yang rawan disalahgunakan untuk tindak kekerasan.

“Kamera pengawas akan diperbanyak jumlahnya, seperti di ruang OSIS, ruang BK, kantin, musala, lorong-lorong yang tidak terpantau, anggaran itu bisa diambilkan dari dana BOS,” tandasnya.***

Editor: Oriza Shavira Arifina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X