Mahasiswa KKN UNNES Desa Sepakung Hidupkan Kembali Tempat Wisata Gumuk Reco

- Senin, 27 Juni 2022 | 12:41 WIB
  Salah satu  fasilitas di tempat wisata Gumuk Reco. (dok)
Salah satu fasilitas di tempat wisata Gumuk Reco. (dok)

 

AYOSEMARANG.COM - Desa Sepakung merupakan desa yang terletak di bentang alam yang sempurna untuk dijadikan destinasi wisata. Dikenal sebagai desa wisata, Sepakung memiliki banyak destinasi wisata yang menjadi andalan dari desa ini, salah satunya adalah Gumuk Reco.

Gumuk Reco merupakan wisata alam yang pernah menjadi destinasi favorit ketika berkunjung ke Sepakung, namun hal tersebut kemudian berubah ketika terjadi pandemi Covid-19. Tempat ini terpaksa harus ditutup dalam waktu yang lama sehingga tidak terurus alias mangkrak. Hal tersebut tentunya membuat minat pengunjung untuk datang menurun karena kondisi tempat wisata yang tidak seindah dulu lagi.

Kormades UNNES Giat Angkatan 1 desa Sepakung, Aria Erwan Ortega mengatakan bahwa desa Sepakung memiliki segudang potensi, hal tersebut dilihat oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang sedang melaksanakan program UNNES GIAT di Desa Sepakung. Sebagai mahasiswa yang berperan sebagai agent of change, mereka berupaya untuk membangkitkan kembali tempat wisata ini.

Baca Juga: PPDB Jateng 2022: Cara Pindah KK untuk Pendaftaran SMA dan SMK Jalur Zonasi

Kelompok Mahasiswa yang terdiri dari 11 orang tersebut mulai berbenah menyusun strategi dan terobosan agar wisata Gumuk Reco ini kembali hidup.

“Sebelum kembali dibuka, Mahasiswa KKN UNNES GIAT melaksanakan kerja bakti membersihkan tempat wisata ini. Tempatnya memang jarang diurus, banyak sampah berserakan dan rumputnya juga sudah tinggi-tinggi. Tempat wisata ini akhirnya dibuka untuk pertama kalinya setelah sekian lama ditutup. Atas permintaan kepala Desa, mahasiswa KKN UNNES GIAT diminta untuk membantu pelayanan di tempat wisata ini. Ketika dibuka kembali, belum punya karyawan jadi kami diminta untuk jaga loket dan juga mengoperasikan wahana," ujar Aria.

Respon dari pengunjung berbeda-beda, namun kebanyakan dari mereka mengeluhkan kondisi tempat wisata yang tidak sebagus dulu. Untuk meningkatkan daya tarik wisata, mahasiswa KKN UNNES GIAT berupaya mengoptimalkan wisata Gumuk Reco, salah satunya dengan melaksanakan kerja bakti secara rutin. Upaya lain yang dilakukan adalah pembuatan papan harga tiket wahana. Selain untuk menambah daya tarik, pembuatan papan harga tiket wahana tersebut juga bertujuan untuk memberikan informasi mengenai budget yang harus dikeluarkan ketika ingin menaiki wahana.

Baca Juga: Jam Berapa Terjadinya Hujan Meteor Bootid 27 Juni 2022? Cek Jadwal Lengkap dan Posisi Langit

Selain papan harga tiket wahana, mahasiswa KKN UNNES GIAT juga membuat papan yang bertuliskan imbauan ataupun kata-kata kutipan.
Mengusung tagline "Bersama Unnes membangun Indonesia dari Desa" Mahasiswa Universitas Negeri Semarang melalui program MBKM GIAT yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata, LPPM Universitas Negeri Semarang berupaya membangun Desa melalui sektor pariwisata. Harapannya pengoptimalan wisata Gumuk Reco ini dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung sehingga dapat membantu perekonomian desa.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilik Frequensi dan Pelengkap Penderita

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:38 WIB

Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB
X