Mas Vino Berharap Revitalisasi Pasar Johar Kembali Bangkitkan Ekonomi Rakyat

- Rabu, 5 Januari 2022 | 18:07 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng I, Mochamad Herviano Widyatama  saat berjabat tangan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono belum lama ini. (istimewa)
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng I, Mochamad Herviano Widyatama saat berjabat tangan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono belum lama ini. (istimewa)


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng I, Mochamad Herviano Widyatama atau biasa disapa Mas Vino berharap Pasar Johar di Semarang, yang baru selesai direvitalisasi menjadi motor kebangkitan ekonomi rakyat pascapandemi.

Oleh sebab itu, ia terus mengawal program rehabilitasi bangunan Pasar Johar bersama Kementerian PUPR di Komisi V yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Rabu, 5 Januari 2022.

Vino menyebut bahwa pasar tersebut juga merupakan salah satu ikon pariwisata Kota Semarang. Ia berharap Pasar Johar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

"Pasar Johar ini legendaris dan telah menjadi sentra aktivitas ekonomi masyarakat Semarang sejak tahun 1860. Sehingga memperjuangkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada di Kota Semarang menjadi tanggung jawab kita bersama lewat revitalisasi Pasar Johar," ujar Vino.

Baca Juga: Bikin Haru!! Viral Bocah Yatim Jualan Snack Demi Bantu Ibu, Polresta Solo Hadiahi Sepeda

Dari berbagai literasi, awalnya Pasar Johar ini terletak di depan penjara timur alun-alun Kota Semarang dan dipakai pedagang melayani keluarga tahanan saat menunggu jam besuk di bawah deretan pohon Johar.

Pohon ini juga konon merupakan pohon pemberian Sultan Pandanaran. Baru pada tahun 1900an, pemerintah melakukan penggabungan pasar-pasar lain ke Pasar Johar karena mulai ramai saat itu hingga bangunan penjara dan pohon-pohon tersebut pun berubah seiring zaman.

Arsitektur Belanda saat itu, Thomas Karsten mendesain Pasar Johar pada tahun 1933 dengan memperhatikan kondisi iklim, sirkulasi udara dan cahaya matahari.

Pada tahun 1955, Pasar Johar dijuluki pasar terbesar dan tercantik di Asia Tenggara. Pedagang yang berjualan pun berasal dari beragam etnik, mulai dari Arab, India, Jawa, Madura, Minang, Batak dan lain-lain.

Mas Vino mengatakan renovasi Pasar Johar telah direncanakan sejak tahun 2018. Namun sempat terhambat akibat pandemi covid-19.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

21 Tumpeng Ramaikan Tirakatan Desa Pucangrejo Gemuh

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:12 WIB
X