Maudy Ayunda: Hadapi Dunia Kerja Harus Punya Nilai Diri

- Kamis, 23 Juni 2022 | 19:48 WIB
Tim Juru Bicara G20 Maudy Ayunda. (Dok)
Tim Juru Bicara G20 Maudy Ayunda. (Dok)

JAKARTA, AYOAEMARANG.COM - Tim Juru Bicara G20 Maudy Ayunda mengatakan dalam dunia kerja di masa depan membutuhkan orang yang memiliki unique selling point.

"Kita sebagai manusia juga harus bisa berpikir bahwa kita juga memerlukan unique selling point semacam a personal value proposition juga. Karena dunia kerja kedepannya bukan lagi yang penting keterampilan, uniformity gitu. Karena adanya keterampilan, akan berubah terus gitu," kata Maudy dalam dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema “Pendidikan Berkualitas Hadapi Dunia Kerja Pasca Pandemi” pada Kamis 23 Juni 2022.

Menurutnya, dunia kerja di masa depan menuntut pribadi-pribadi yang memiliki semangat dan kemauan yang besar untuk terus melakukan self customize, self exploration dalam menunjang pendidikan diri sendiri.

Baca Juga: Berlibur di Semarang? Ini 4 Objek Wisata Wajib Anda Dikunjungi, Cocok Buat Berburu Foto

"Pada saat itu yang dibutuhkan, perlu sekali self customize, self exploration dalam pendidikan diri sendiri," terangnya.

Untuk mencapai hal ini, jelas Maudy, dasarnya adalah semangat dan kemauan yang besar untuk terus belajar. Ini penting untuk dimiliki setiap anak-anak Indonesia tambahnya.
"Karena memang foundation-nya itu ingin terus belajar, itu precisely satu hal yang saya percaya, itu dibutuhkan di setiap anak muda dan juga anak-anak Indonesia bahwa kemerdekaan dan kemandirian itu sangat penting nantinya," ujarnya.

Perubahan Sistem Pendidikan
Bicara mengenai pendidikan secara general, Maudy menegaskan, dirinya tertarik soal assessment (penilaian) sebagai driving force dalam menciptakan perubahan dalam sistem pendidikan kita.

"Maksudnya adalah sering sekali kita membahas kurikulum dan guru, walaupun kurikulum juga ada assessment di dalamnya, tapi assessment sebenarnya bisa menjadi big source of change pada saat assessment itu defining apa yang harus dipelajari," ungkapnya.

Assessment yang dimaksud, Maudy mencontohkan, adalah ketika sang guru memberikan pertanyaan yang mengarah pada penggalian opini pada peserta didik. Dalam hal ini, Maudy menjelaskan, anak-anak terpacu untuk bisa berpikir mandiri dan kritis karena diimingi nilai.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X