Demplot Cabai di Batang Panen, PJ Bupati: Upaya Mengendalikan Inflasi

- Senin, 26 September 2022 | 18:13 WIB
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengangat hasil demplot cabai di Desa Desa Beji Kecamatan Tulis.  (Muslihun kontributor Batang)
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengangat hasil demplot cabai di Desa Desa Beji Kecamatan Tulis. (Muslihun kontributor Batang)

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Demplot cabai untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Batang dipanen oleh Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi rejeki beserta Forkopimda, Senin 26 September 2022.
 
Demplot yang berada di Desa Beji Kecamatan Tulis itu merupakan program gerakan tanam pangan cepat panen.
 
“Hari ini kita panen cabai di demplot yang sudah ditanam 60 hari lalu. Sekaligus juga menyiapkan perluasan lahan,” kata Lani Dwi Rejeki.
 
Ia pun mengatakan bahwa Lahan tanam cabai sekitar 2 hektare dari luasan yang tersedia 3 hektare. Adapun yang dipanen seluas 1 hektare dengan 20.000 tanaman cabai per hektare.

Baca Juga: Profil dan Biodata Intan Lembata Bunting 'Begitu Sulit Lupakan Rehan' yang Viral di TikTok

“Dari luasan satu hektare produktivitasnya mencapai 1,3 ton. Hasilnya ini bagus, seperti yang kita lihat sama-sama. Satu pohonnya minimal 6,5 ons, dan semuanya bagus-bagus, nggak ada yang busuk,” jelasnya.
 
Lani menyebutkan, menanam tanaman cepat panen sebagai solusi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Batang. Karena kebutuhan konsumsi masyarakat sangat tinggi agar tidak adanya ketimpangan inflasi.
 
“Saya harapkan masyarakat Kabupaten Batang yang mempunyai lahan sisa di rumahnya bisa menanam tanaman cepat panen seperti cabai,” ungkapnya.
 
Semntara itu, Kepala Dispaperta Kabupaten Batang Heru Susilo mengatakan, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat panen cabai ini sebagai bentuk langkah awal mengatasi inflasi.

Baca Juga: Eks Polwil Pekalongan Ungkap 53 Kasus Pencurian Kendaraan, Barang Bukti Dikembalikan ke Pemilik
 
“Satgas ketahanan pangan di Kabupaten Batang harus bekerja lebih keras karena komoditas yang terdampak adalah tanaman padi. Apalagi lahannya sudah banyak berkurang sekitar 100 hektare,” ungkapnya.
 
Heru juga mengatakan saat ini Kabupaten Batang juga masih panen raya bawang putih yang kualitasnya berhasil mengalahkan standar biasanya.
 
Perlu diketahui juga Kabupaten Batang satu-satunya daerah yang sudah 100 persen memakai kartu tani meskipun di sini bukan pilot project di Indonesia.

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejumlah Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro Dirotasi

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:00 WIB
X