(POKOKMEN PSIS) Trimur Vedhayanto Part 1: Talenta Semarang yang Jadi Langganan Timnas Primavera dan Baretti

- Rabu, 18 Mei 2022 | 17:47 WIB
Trimur Vedhayanto saat merayakan gol bersama Julio Lopez di tahun 2003.  (Dok. Trimur Vedhayanto)
Trimur Vedhayanto saat merayakan gol bersama Julio Lopez di tahun 2003. (Dok. Trimur Vedhayanto)



SALATIGA, AYOSEMARANG.COM - PSIS Semarang pernah menghasilkan banyak talenta di tingkat nasional dan diandalkan di Timnas Indonesia.

Belakangan kita mungkin pernah dengar nama Alfreanda Dewangga atau Pratama Arhan.

Mundur ke belakang PSIS Semarang pernah punya misalnya M Ridwan, lalu mundur jauh ke belakang lagi ada nama Ribut Waidi.

Di tahun 90-an, PSIS Semarang pernah punya wonderkid yang moncer di usia muda dengan nama Trimur Vedhayanto.

Trimur saat ini tinggal di Desa Baruan Salatiga. Di usianya yang ke-46 ini dia sibuk menjadi pelatih dan bekerja di sebuah kedinasan Pemkot Salatiga.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius dan Pisces Kamis, 19 Mei 2022

Trimur merupakan salah seorang talenta emas dari Kota Semarang.

Dia pernah jadi salah seorang bagian tim dari Timnas Indonesia Primavera dan Baretti di tahun 90-an.

Kegemilangan Trimur terlihat di usia yang begitu muda.

Masa muda Trimur diawali di klub yang bertempat di Lapangan Sidodadi Semarang yang bernama SSS.

Setelah tidak lama belajar di SSS, Trimur langsuhgs diminati untuk bermain di PSIS Haornas.

"Saya itu awalnya skuad PSIS Haornas di tahun 91 dan 92. Haornas itu digelar untuk pemain usia U-15," ucap Trimur saat dihubungi, Rabu 18 Mei 2022.

Di Haornas pun, Trimur bertemu pemain-pemain yang kelak moncer juga di sepak bola Indonesia.

Sebut saja Indriyanto, Peri Sandria, lalu juga Eko Purjianto.

"Di Haornas saya bawa juara PSIS. Dulu waktu juara sempat sampai disambut Gubernur Ismail dan Wali Kota Soetrisno Soeharto lalu diarak keliling kota," ungkap suami dari Silvi Astuti Ariani tersebut.

Baca Juga: Dilaporkan Mantan Suami atas Perusakan Rumah, Ini Jawaban Wanda Hamidah

Masuk tahun 1992 tampaknya jadi masa yang membuat kariernya naik cepat.

Di tahun ini, Trimur bergabung dengan Diklat Salatiga (saat ini PPLP Jateng).

Setelah dari PPLP Jateng nasib membawanya ke Timnas U-16.

Seteleh melewati beberapa rangkaian turnamen di Timnas U -16, Trimur bergerak ke Timnas U-19.

Sewaktu di Timnas U-19 ini, Trimur melengkapi skuad yang rata-rata diisi oleh anak-anak PSSI Primavera.

Bermain bersama rekan-rekannya dari PSSI Primavera membuat Trimur seolah kecipratan rezeki.

"Tahun 93, saya ikut Primavera. Itu Primavera generasi kedua. Pelatnas di Italia dan merasakan kompetisi di sana," ungkap pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut.

Selama setahun, Trimur menimba ilmu. Lalu di tahun berikutnya, talenta Trimur dipakai lagi untuk PSSI Bareti.

Di Bareti, Trimur juga menghabiskan pelatnas selama setahun. Baru pada tahun 1995-1996 dia merasakan kompetisi sepak bola Indonesia.

Waktu itu, klub milik Nirwam Bakrie yakni Pelita Jaya bikin heboh karena membeli pemain-pemain bintang.

Tercatat ada nama Roger Mila, Maboanh Kessack sampai Dejan Glisevic.

Baca Juga: Dilaporkan Mantan Suami atas Perusakan Rumah, Ini Jawaban Wanda Hamidah

Sementara untuk pemain Indonesia ada nama-nama sekelas Ansyari Lubis, I Made Pasek Wijaya, Listyanto Raharjo, Bonggo Pribadi, Indriyanto Nugroho, Alex Pulalo dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Trimur termasuk lama di Pelita Jaya yakni dari tahun 1995 sampai 2001.

"Saat di Pelita Jaya itu memang tahun-tahun emas saya main bola. Lalu di tahun 2022 pindah ke Persijatim yang loncat-loncat dari Jakarta ke Solo karena pengaruh kepemilikan lalu kembali ke PSIS Semarang di tahun 2003," papar pria 3 anak itu.

Baca Juga: Balita Hilang di Pemalang Meninggal Dunia, Tak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan

Kembali ke PSIS Semarang ibarat pulang ke rumah setelah menjalani perantauan.

Ketika kembali, usia Trimur sudah 28, yakni ketika masa-masa emas pemain bola.

Di tahun 2003 ini, Trimur satu tim bersama Khair Rifo, Bonggo Pribadi, M Irfan, Eko Purjianto, Wasis Purwoko Agung Setyabudi, dengan legiun asing Julio Lopez.

"Saya kalau main gelandang serang bersama M Irfan, Djibril dan Khair Rifo. Tahun memang tidak gemilang. Kami finish di peringkat 9 kalau nggak salah," ingat Trimur.

Baca Juga: Ending Kisah Sewu Dino Thread Twitter SimpleMan, Percakapan Sri dan Sugik Tentang Janur Ireng?

Usai dari PSIS, karier Trimur perlahan mulai surut seiring usianya yang semakin tidak muda lagi.

Trimur sempat ke Persiba Bantul, Persma Manado lalu berakhir di PSISa Salatiga.

"Saya dapat tawara  kerja kedinasan. Dan karena sudah sadar usia tidak semua dulu saya menyanggupinya. Syaratnya waktu itu memang harus bermain untuk tim Salatiga," jelasnya.

Saat ini Trimur Vedhayanto punya penerus yang mungkin mulai mengikuti jejaknya.

Baca Juga: Ending Kisah Sewu Dino Thread Twitter SimpleMan, Percakapan Sri dan Sugik Tentang Janur Ireng?

Dia adalah salah seorang pemuda di PSIS Semarang yang bernama Kartika Vedhayanto.

Kartika di tahun lalu sempat diandalkan oleh Imran Nahumarury sebagai starter namun belum diandalkan di setiap laga.***

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X