(POKOKMEN PSIS) Cerita Agus Riyanto Part 1: Wonderkid Mahesa Jenar ketika Juara Perserikatan 1987

- Rabu, 20 April 2022 | 19:24 WIB
Agus Riyanto saat ditemui di rumahnya Rabu 20 April 2022. Agus sempat jadi wonderkid PSIS Semarang di era 80-an.  (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Agus Riyanto saat ditemui di rumahnya Rabu 20 April 2022. Agus sempat jadi wonderkid PSIS Semarang di era 80-an. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)



TEMBALANG, AYOSEMARANG.COM - Pemain muda berbakat atau wonderkid selalu bermunculan di setiap tim sepak bola termasuk PSIS Semarang.

Saban tahun di PSIS Semarang selalu ada nama-nama wonderkid yang muncul meskipun tidak semua sesuai yang diharapkan.

Saat juara di tahun 1987, PSIS Semarang ternyata punya wonderkid dan pemain yang paling muda yaitu Agus Riyanto.

Baca Juga: DLH Batang Dorong Tarif Retribusi Sampah Dinaikkan

Publik sepak bola Kota Semarang tentu saja akan asing dengan nama ini, pasalnya memang Agus Riyanto tidak banyak berkarier di kota kelahirannya.

Agus lalu menceritakan bagaimana karier sepak bolanya sampai kini rutinitasnya yang sibuk menjadi pelatih.

Awal menjadi pemain bola, karier Agus menanjak cepat. Dia cerita kalau masuk SSB pada kelas 4 SD.

"Waktu itu sekitar tahun 1975. Saya sudah masuk SSB SSS," ucap Agus yang  punya posisi sebagai libero dan gelandang bertahan.

Masuk ke tahun 83, Agus mulai mengikuti PSIS Yunior untuk bermain di Piala Suratin.

Di sini, karena masih muda, Agus ikut Piala Suratin sebanyak 4 kali.

"Tahun 1985 saya sudah mulai masuk senior, tapi juga tetap diikutkan oleh PSIS Yunior sampai 86," ungkapnya saat ditemui Rabu 20 April 2022.

Baca Juga: Oknum Polisi dari Tipikor Polda Jateng, Peras Sejumlah Anggota DPRD Kendal

Saat ikut PSIS Semarang di tahun 1987, Agus Riyanto masih berusia 17 tahun dan masih sekolah di bangku SMA.

Agus mengakui jika saat bergabung dengan PSIS dia merasa paling minum ilmu karena masih muda.

Namun meski demikian, Agus merasa betah karena atmosfer kekeluargaan para senior sungguh baik.

"Kami saling sharing ilmu dan mendukung," ucapnya.

Baca Juga: Meluap, Sungai di Ambarawa Dipenuhi Sampah Plastik

Selain itu ada satu hal yang paling berkesan bagi Agus, yakni selama dilatih oleh Sartono Anwar.

Sebagai pemain muda yang masih butuh banyak belajar, tentu kesalahan adalah hal yang akrab.

Ketika pernah melakukan kesalahan atau bermain buruk, dia mendapat teguran yang keras dari pelatihnya itu.

"Dulu semua orang pasti tahu bagaimana Mas Sar kalau melatih. Omongannya keras dan meluap-luap. Tapi itu membuat mental saya kuat," ucapnya.

Selama berkarier ada satu ingatan lagi yang masih dia ingat yakni di laga Final lawan Persebaya yang mengantarkan PSIS Semarang juara.

Saat itu Rochadi, pemain belakang andalan PSIS tampak mengalami cedera.

Baca Juga: Antisipasi Kemacetan Saat Arus Mudik, Ini Langkah Satlantas Polres Batang

Praktis, sebagai pelapis, Agus diminta untuk pemanasan oleh Sartono Anwar.

"Saat disuruh pemanasan itu saya grogi. Soalnya waktu itu final, atmosfer stadion yang ramai dan pertandingan panas," ungkap ayah 4 orang anak ini.

Namun untungnya, Rochadi kembali pulih dan Agus tidak jadi main. Pasalnya dia mengaku kalau belum terlalu siap di waktu itu.

"Kalau main saya tidak tahu bagaimana cerita PSIS waktu itu," kelarnya.

Baca Juga: Converter YouTube ke MP3 Tanpa Aplikasi Menggunakan Y2Mate, Ikuti Langkah Ini

Selepas laga final itu, Agus Riyanto masih di PSIS Semarang sampai tahun 1988.

Setelah itu, kariernya berhenti selama 4 tahun karena cedera lutut.

"Saya salah tumpuan dan cedera lama. Sempat divonis dokter tidak bisa main sepak bola lagi. Tapi alhamdulillah bisa sembuh," ujar pria yang saat ini berusia 54 tahun tersebut.

Agus baru sembuh di tahun 92 dan ikut bermain bersama BPD Jateng.

Dengan BPD Jateng hanya setahun, Agus kemudian mendapat pekerjaan di Pertamina Cilacap.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio dan Sagitarius Kamis, 21 April 2022

Karier Agus sebagai pemain sepak bola memang pendek. Setelah bekerja di Cilacap dia hanya bermain di liga amatir bersama Pertamina.

Ketika bekerja di Cilacap, Agus sempat bermain untuk PSCS Cilacap.

Beberapa waktu bermain, Agus kemudian berlanjut menjadi pelatih.

Dia lama menjadi pelatih PSCS Cilacap dan sempat mengangkat level tim itu dari divisi 3 sampai ke Divisi Utama.

Baca Juga: Antisipasi Kemacetan Saat Arus Mudik, Ini Langkah Satlantas Polres Batang

Kariernya berlanjut ke tim-tim yang lain seperti Persip Pekalongan, Persipur Purwodadi, Persekaba Blora, Persibas Banyumas dan saat ini di tim Liga 3 Kalteng Perssukma Sukamara.

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Live Score PSIS Semarang vs Barito Putera Sore Ini

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 15:44 WIB
X