(POKOKMEN PSIS) Kiprah Penting Ofisial Part 1: Dari Mbah Yatno Sampai Ismangoen yang Rajin Siram WC

- Rabu, 11 Mei 2022 | 18:47 WIB
Mbah Yatno saat ditemui di rumahnya. Dia merupakan kitman PSIS Semarang yang cukup loyal. (Ayosemarang.com/Audrian Firhannusa)
Mbah Yatno saat ditemui di rumahnya. Dia merupakan kitman PSIS Semarang yang cukup loyal. (Ayosemarang.com/Audrian Firhannusa)



SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG.COM - Peran ofisial tentu tidak bisa dilepaskan dari perjalanan PSIS Semarang dari musim ke musim.

Orang-orang di luar lapangan ini meskipun seringkali tidak banyak dikenal namun tak kalah punya andil besar kepada PSIS Semarang.

Berikut ini adalah kumpulan ofisial atau orang-orang di luar lapangan pilihan Ayosemarang.com, yang punya peran besar selama sejarah PSIS Semarang.

Baca Juga: Brak! Kecelakaan Tol Pemalang-Pejagan Km 274, Panther Miyabi Terguling Keluarkan Asap, Penumpang Berlarian

Mbah Yatno

Pertama adalah Suyatno atau yang akrab disapa Mbah Yatno.

Mbah Yantno adalb Kitman PSIS Semarang sejak tahun 1995 sampai tahun 2019.

Selama tahun-tahun yang sibuk itu, posisi Mbah Yatno Kitman PSIS Semarang tidak pernah tergantikan.

Dari tahun ke tahun, Mbah Yatno begitu rajin merapikan perkakas latihan para penggawa Mahesa Jenar.

Bahkan saking seringnya merawat jersey pemain, Mbah Yatno sampai hapal nomor punggung pemain dari waktu ke waktu

Hal itu benar adanya. Ketika dites, Mbah Yatno masih lancar menjawab.

"Tugiyo itu nomernya 10. Wasis Purwoko 15, Bonggo Pribadi 5, Ali Sunan 8, Porras 20, Indriyanto 9," ucapnya.

Ingatan Mbah Yatno itu mungkin karena dia banyak berkutat dengan jersey pemain, bahkan jika ada pemain baru, dia adalah orang pertama yang ditanya.

Baca Juga: Profil Lengkap Bilqis Prasista yang Kalahkan Peringkat Satu Dunia di Piala Uber 2022

"Ya soalnya saya yang paling tahu nomor-nomor punggung berapa yang sudah dipakai," ucap pria beranak dua tersebut.

Saat ditemui, Mbah Yatno saat ini sudah tidak bisa berjalan. Kakinya terkena pengapuran tulang.

Terakhir bertugas adalah pada tahun 2019 dan di waktu itu juga dia harus dijemput keluarganya karena tiba-tiba tidak bisa berjalan.

"Manajer dan pemimpin tim boleh berganti, tapi saya tak pernah diganti," ucap Mbah Yatno.

Baca Juga: Terlilit Hutang Pinjol, Ibu Ini Tega Bunuh Anaknya di Hotel Semarang

Ismangoen Notosapoetro

Sosok di luar lapangan yang patut diingat adalah Ismangoen Notosapoetro.

Dia adalah manajer yang penting saat PSIS di tahun 80-an. Saat aktif, Ismangoen juga turut membawa PSIS Semarang juara.

Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS saat dihubungi Rabu 11 Mei 2022 berkata jika Ismangoen sosok yg tertib dan berdisiplin dalam berorganisasi.

Baca Juga: Hati-Hati, Penipuan Berkedok Penawaran Pinjaman Mengatasnamakan LPS

Prinsip- prinsip manajemen moderen sangat dia patuhi dalam mengelola PSIS Semarang pada waktu itu

Amir menambahkan dia selalu punya skema perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi matang dalam setiap kegiatan.

"Yg saya ingat, beliau selalu punya "check list" dalam mempersiapkan sebuah kegiatan, sehingga memudahkan dalam mengontrol," kata Amir.

Ismangoen tokoh yg bersih dan mendahulukan kepentingan organisasi.

Pengakuan lain datang dari Arif Rahman, wartawan olahraga senior di Kota Semarang.

Satu yang dia ingat dari Ismangoen adalah dia manajer yang ringan tangan dan cinta kebersihan.

Baca Juga: Detik-detik Kecelakaan Tol Pemalang-Pejagan, Panther Miyabi Terguling, Asap Mengepul

"Dulu saat beliau jadi Ketua Bidang Pertandingan PSIS, Pak Is selalu berangkat gasik ke Stadion Citarum, resik-resik kamar mandi, WC," ucapnya.

Selain itu Ismangoen juga orang yang jujur dan tegas.

Kata Arif, pejabat atau orang pemerintahan yang mau nonton tapi tanpa tiket tetap dilarang masuk biarpun itu wali kota.

"Luar biasa sregep dan tegasnya," ungkapnya.

Ismangoen sudah meninggal pada 10 Mei 2015 dan sampai saat ini dikenang baik oleh publik sepak bola Semarang bahkan Jawa Tengah.***

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X