Cerita Warga Kendal Tentang Tahanan Anggota Gerwani di Plantungan

- Jumat, 30 September 2022 | 15:16 WIB
Muhammad Zuhud warga Plantungan sekitar lokasi kamp tahanan politik Gerwani. (edi prayitno/kontributor Kendal)
Muhammad Zuhud warga Plantungan sekitar lokasi kamp tahanan politik Gerwani. (edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM - - Lokasi tahanan politik khusus Gerwani di perbatasan Kendal-Batang di Kecamatan Plantungan kini dijadikan Lapas Remaja Plantungan. Bangunan yang sempat menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia masih berdiri kokoh, yang dulunya digunakan untuk tahanan anggota Gerwani ditahun 1967.

Muhammad Zuhud kakek 83 tahun ini, menjadi saksi bagaimana anggota Gerwani yang terlibat gerakan makar ini ditahan pemerintah. Ia masih ingat semasa kecil dan mudanya hidup berdampingan dekat kamp tahanan politik Gerwani yang dulunya digunakan rumah sakit kusta.
Sosok pria yang akrab disapa Mbah Zuhud ini menceritakan, awal kedatangan para wanita sebagai tahanan politik tahun 1966 hingga 1967. “Warga sekitar sini tidak ada yang berani masuk kedalam kamp Plantungan, sebab dikelilingi kawat berduri. Jika ingin ke desa sebelah harus memutar lewat jalan setapak,” ujarnya Jumat 30 september 2022.

Ditambahkan , setiap perbatasan dijaga ketat oleh CPM tentara militer, didalam kamp Plantungan terdapat wanita yang terlibat persitiwa 65. “Hampir ada 1000 orang. Mereka dari berbagai wilayah di Jawa. Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” imbuhnya.
Dulunya bangunan yang berada dsiamping sungai Kalilampir perbatasan Kendal dan Batang merupakan rumah sakit bagi penyintas lepra atau kusta. “Didalam bangunan ada sumber mata air panas yang digunakan untuk penyembuhan penyakit lepra. Sungai Kalilampir dijadikan tempat pembuangan obat-obatan dan kain kasa bekas pengobatan penyandang penyakit lepra yang kebanyakan orang Belanda zaman VOC,” tuturnya.

Mbah Zuhud menambahkan, anggota Gerwani kurang lebih tinggal di kamp Plantungan itu sekitar empat tahunan. Selanjutnya pada tahun 1979, oleh pemerintah mereka kemudian dikembalikan ke tempat masing-masing. Mereka diwajibkan mengikuti apel setiap seminggu sekali di Kodim atau Koramil setempat.

Meski domisli tempat tinggalnya berdekatan dengan kamp tempat reedukasi bagi para tapol wanita Gerwani yang terlibat peristiwa G-30S. Mbah Zuhud menyebut jika dusun yang menjadi tempat tinggalnya aman-aman saja.

Mbah Zuhud yang kala itu pernah menjabat carik, mengaku pernah dibawa tentara militer RPKAD dan ditahan selama dua hari di rumah tahanan Kendal yang kini menjadi Gedung DPRD Kendal. Lantaran diprovokasi ikut bersama warga lainnya yang berusaha mencoba membakar rumah-rumah orang yang terlibat G-30S.

“Iya waktu itu malam-malam, saya dibawa tentara RPKAD dan ditahan selama dua hari di Kendal. Tempatnya dulu di Kota Kendal tepatnya sekarang menjadi gedung DPRD. Setelah dua hari ditahan disana, kemudian saya dijemput menggunakan mobil jeep atas perintah Bupati Pekalongan pak Usman kalo tidak salah,” terangnya.

Kamp Plantungan tapol Gerwani menjadi kosong paska mereka dipulangkan ke daerahnya masing-masing pada tahun 1979. Kemudian terjadi banjir bandang di tahun 1989, gedung kamp Plantungan rata dengan tanah dan sungai Kalilampir disisi barat. Kini yang disisi timur masih ada dan berubah fungsi menjadi Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Plantungan Kendal hingga sekarang.

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Terkini

X