UU Cipta Kerja Positif bagi Pertumbuhan Pengusaha Muda

- Selasa, 27 September 2022 | 05:51 WIB
Ketua Tim Kajian Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bhirawa Ananditya Wicaksana. (Dok)
Ketua Tim Kajian Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bhirawa Ananditya Wicaksana. (Dok)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Terbitnya UU Cipta Kerja berdampak positif terhadap pertumbuhan pengusaha muda di daerah. Hal tersebut tak terlepas dari banyaknya kemudahan yang diberikan oleh pemerintah. Salah satunya dengan adanya perizinan usaha secara digital/online single submission (OSS). Langkah ini ikut menarik minat pelaku usaha untuk mengurus legalitas usahanya.

Ketua Tim Kajian Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bhirawa Ananditya Wicaksana mengatakan, dengan adanya UU Cipta Kerja dan OSS serta kemudahaan lainnya, membuat pertumbuhan anggotanya yang berusaha bertambah dahsyat di daerah-daerah.

Sebagai contoh, di Jakarta Raya tahun lalu anggota 300 orang dan tahun ini tumbuh menjadi 400 orang. Artinya, setiap daerah itu pertumbuhan pengusaha muda di atas 100 setiap tahun.

Baca Juga: Bolehkan Wudhu dalam Keadaan Tidak Berpakaian atau Telanjang? Buya Yahya Jelaskan Begini

“Ini menandakan, kami pengusaha muda itu sudah menangkap peluang-peluang yang diberikan oleh pemerintah melalui implementasi di UU Cipta kerja,” ucapnya dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Senin 26 September 2022.

Ia menerangkan, HIPMI selalu mendukung langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendukung teman-teman pengusaha muda. Baik dalam bentuk legalitas usaha ataupun dukungan lainnya. Disisi lain, HIPMI juga mendukung pemerintah dengan mengawal hal-hal yang diperlukan, terkait implementasinya.

“Intinya dengan lahirnya UU Cipta Kerja menjadi langkah yang sangat baik untuk pertumbuhan usaha muda di Indonesia,” terangnya.

Dilanjutkannya, HIPMI sebagai organisasi melakukan kaderisasi dalam mencetak pengusaha-pengusaha muda baru. Setelah itu membantu mereka supaya mapan melalui program kemitraan dan membantu menemukan partner-partner bisnisnya di luar daerah.

BPP HIPMI mengklasifikasikan pengusaha di organisasinya menjadi tiga kelompok. Pertama pengusaha muda baru yang mulai berusaha atau startup phase. Lalu ada juga pengusaha kedua yang masuk ke HIPMI untuk meningkatkan pendapatan serta mengembangkan koneksi atau growth phase, dan ketiga maturity phase.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X