Merasa Dirugikan, Warga Batang Makin Marak Tolak Aktivitas Tambang Golongan C Ilegal

- Senin, 21 November 2022 | 18:40 WIB
Aksi penolakan warga Desa Surjo terhadap aktivitas tambang galian C Ilegal.  (Dok)
Aksi penolakan warga Desa Surjo terhadap aktivitas tambang galian C Ilegal. (Dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM – Gelombang aksi penolakan warga terhadap aktivitas tambang golongan C ilegal di Kabupaten Batang semakin marak.

Belum lama ini penolakan juga terjadi di Duku Dukuh Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar Kabupaten Batang yang menggelar aksi pada, Minggu (13/11/2022).
 
Aksi penolakan juga dilakukan warga bersama Kepala Desa (Kades) dan perangkatnya menutup tambang tanpa izin yang ada di Desa Surjo, Kecamatan Bawang.

Baca Juga: Update Data Gempa Bumi di Cianjur: 46 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Luka-luka
 
"Kita dari aparat desa bersama warga, Kamis (17/11/2022) menghentikan aktivitas tambang ilegal yang ada di sungai/kali Arus masuk wilayah Desa Surjo," ungkap Kades Surjo, Tri Wahyu ketika dihubungi awak media melalui telpon, Senin 21 November 2022.
 
Wahyu menegaskan, dirinya sudah berkomitmen agar tidak ada penambangan galian C di Desa Surjo.
 
"Janganlah dirusak alam Desa Surjo ini. Karena dampaknya bisa menyebabkan longsor dan juga bisa mengganggu aliran air ke areal persawahan," tegasnya.
 
Dengan adanya aksi penolakan warga untuk sementara aktivitas penambangan sudah berhenti.

Baca Juga: Monyet Pakai Jas Hujan Muncul Foto Presiden Jokowi Viral TikTok dan Twitter, Ternyata Ini Penjelasannya
 
"Untuk akses jalan menuju lokasi melewati wilayah Desa Pangempon, sehingga kami tidak berani menutup. Namun yang dikeruk merupakan wilayah Desa Surjo, sehingga saya larang aktivitasnya," tandas Wahyu.
 
Kades Surjo pun menceritakan awal warga melakukan aksi penolakan aktivitas tambang golongan C ilegal.
 
“Awalnya warga tidak mengetahui aktivitas tambang gologan C Ilega di Kaliarus masuk wilayah Desa Surjo yang sudah berjalan selama satu Minggu,” katanya.
 
Lalu, akhirnya wargapun lapor ke pihak desa. Tadinya warga takut karena dikira sudah mendapat izin dari kepala desa.

Baca Juga: Tuntut Kenaikan UMK 13 Persen, Ribuan Buruh Jateng Demo di Depan Kantor Gubernur
 
“Warga itu takut dikira saya ini sudah mengizinkan ada galian c, sehingga mau laporan ke saya takut  dikiranya sudah mengizinkan. Setelah dijelaskan, akhirnya saya bersama perangkat desa dan warga menuju lokasi galian C tersebut," jelas Wahyu.
 
Setibanya di lokasi, lanjut Wahyu, ternyata ada satu alat berat yang sedang menambang di lokasi aliran Kali Arus.
 
Sedangkan satu lagi tidak jadi digunakan setelah warga datang dan melarang aktivitas penambangan.
 
"Kita temu dengan satu orang di lokasi, katanya lahan yang ditambang sudah dibeli oleh pihak yang menggali. Katanya lahan itu nantinya akan dikembalikan lagi menjadi sawah, agar bisa lebih produktif, karena sebelumnya tidak produktif," bebar Wahyu.

Baca Juga: Ajak Arman Maulana Kolaborasi, Isnaeni Achdiat Sukses Konser Orchestra di Kota Semarang
 
Namun warga tidak percaya, karena mereka sudah sangat dirugikan akibat adanya galian C.

"Saat ini lokasi penambangan sudah seperti tebing, padahal di atasnya ada aliran sungai yang mengalir ke beberapa padukuhan yang dipergunakan untuk mengairi persawahan dan juga untuk air minum warga," lanjut Wahyu.

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dr Supari : Media Perlu Kedepankan Fungsi Edukasi

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:35 WIB
X