Mencermati YouTubers Politik

- Senin, 27 Desember 2021 | 16:32 WIB
Drs Gunawan Witjaksana MSi, Dosen Tetap Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM). (dok ayosemarang.)
Drs Gunawan Witjaksana MSi, Dosen Tetap Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM). (dok ayosemarang.)


AYOSEMARANG.COM - Proses kampanye terselubung dengan berbagai model sosialisasi, makin getol dilakukan oleh para politisi yang saat ini popularitas pribadinya cukup menonjol.
Meski sebagian kalangan menyatakan waktunya masih lama, namun dilihat dari sisi komunikasi, sebenarnya waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan citra juga diperlukan waktu yang panjang pula.

Dari sisi komunikasi proses penumbuhan serta pengembangan citra itu itu setidaknya diperlukan keseringan, kekontinyuan, serta intensitas sosialisasi nama serta program unggulan kepada calon pemilih melalui media.
Pertimbangan lain yang perlu diperhitungkan pula adalah loby serta sosialisasi terhadap partai politik ( parpol) atau gabungan parpol yang diharapkan akan tertarik untuk mengusungnya kelak. Belum lagi, terbatasnya waktu dalam kampanye resmi setelah diusung serta detetapkan menjadi calon.

Baca Juga: Siapa Nama Asli Kinan Layangan Putus? Berikut Ulasan Lengkapnya

Berbagai media pun mereka manfaatkan, dan salah satu yang mereka anggap populer saat ini adalah media sosial ( medsos), di antaranya adalah you tube.

Makin marak lah selanjutnya para you tubers politik beraksi, melalui berbagai tampilan, baik yang dikaitkan dengan tugasnya selaku pejabat Baik eksekutif atau pun legislatif( kompas.com. 27 Desember 2021).

Pertanyaannya, sudah tepatkah apa yang mereka lakukan tersebut?, serta bagaimana sebaiknya masyarakat menyikapinya?

Sambil Menyelam

Mereka yang kebetulan sedang menjabat rasanya lebih lebih leluasa melakukan sosialisasi. Toh mereka sekaligus memanfaatkan UU Keterbukaan Informasi, yang memang mengamanatkan, memublikasikan kinerjanya yang di danai publik serta untuk kepentingan publik.


Karena itulah, wajar bahwa popularitas mereka berada di tataran atas.
Namun, yang perlu diingat, bahwa kejujuran haruslah menjadi pijakan utama dalam proses sosialisasi tersebut. Akan terasa lebih membumi lagi manakala kinerjanya tersebut langsung dirasakan masyarakat.

Baca Juga: 7 Artis Terkaya di Indonesia Tahun 2021, Peringkat Pertama Bukan Raffi Ahmad
Karena itu tidaklah mengherankan bila kinerja Presiden pada hasil survey Charta Politica menempati peringkat tertinggi.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilik Frequensi dan Pelengkap Penderita

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:38 WIB

Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB
X