Usut Tuntas Kecelakaan Angkutan Umum, Sopir Bukan Tumbal Pengusaha Tamak

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:06 WIB
Ilustrasi. Kecelakaan di Banyumanik atau di Jalan Perintis Kemerdekaan.  (Satlantas Polrestabes Semarang)
Ilustrasi. Kecelakaan di Banyumanik atau di Jalan Perintis Kemerdekaan. (Satlantas Polrestabes Semarang)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Sebaiknya angkutan umum (penumpang dan barang) itu jika ada kecelakaan lalu lintas harus dilakukan penyelidikan untuk memberikan efek jera? Kepada siapapun yang terkait dengan kegiatan perjalanan.

Agar pengusaha pun tidak mudah main investasi tanpa memikirkan risiko-risiko yang akan dihadapinya. Karena kalau tidak ada ijin atau mati KPSnya, Ditjenhubdat Kemenhub tidak bisa berbuat apa-apa. Termasuk jika ada kesalahan di pengemudi juga harus ditindak lanjut.

Saat ini sekitar 60 persen (terutama di daerah luar Jawa) banyak sekali operasi Bus Wisata dengan nomor kendaraaan luar daerahnya (terutama dari Pulau Jawa).

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan MT Haryono Semarang, Motor Terjatuh hingga Masuk Kolong Mobil

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ditjenhubdat di daerah sudah melakukan upaya mendorong para pengusaha tersebut untuk mengurus ijin ke Ditjenhubdat, namun banyak pengusaha otobus (PO) tersebut tidak mau melakukannya dengan berbagai alasan.

Intinya, karena mereka sudah dapat operasi di jalan dan tidak ada yang ganggu jadi buat apa susah-susah balik nama terus buat ijin.

Setiap kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum hanya berhenti menjadikan tersangka pengemudi

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Genuk Semarang, Pemotor Terlindas Truk hingga Tewas

Pengemudi menjadi tumbal pengusaha yang tamak.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lomba Justifikasi

Kamis, 15 September 2022 | 07:46 WIB

Pemilik Frequensi dan Pelengkap Penderita

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:38 WIB

Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB
X