FK Unika Siapkan Mahasiswa dengan Kemampuan Sosial Humanistik

- Kamis, 9 Desember 2021 | 17:09 WIB
  Dekan FK Unika Soegijapranata dr. Indra Adi Susianto, MSi Med SpOG, Kaprodi FK Unika Soegijapranata dr Fransisca Pramesshinta Hardimarta MSi Med, Programer Field Lab FK Unika Soegijapranata Perigrinus H Sebong, MPH dan Ketua Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) Unika Soegijapranata ke-3  dr Jonsinar Silalahi MSi Med SpB SpBA di Gedung Thomas Aquinas lantai 3, Kamis 9 Desember 2021. (dok Unika)
Dekan FK Unika Soegijapranata dr. Indra Adi Susianto, MSi Med SpOG, Kaprodi FK Unika Soegijapranata dr Fransisca Pramesshinta Hardimarta MSi Med, Programer Field Lab FK Unika Soegijapranata Perigrinus H Sebong, MPH dan Ketua Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) Unika Soegijapranata ke-3 dr Jonsinar Silalahi MSi Med SpB SpBA di Gedung Thomas Aquinas lantai 3, Kamis 9 Desember 2021. (dok Unika)


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Fakultas Kedokteran (FK) Unika Soegijapranata menerapkan program community based education bertujuan untuk menyiapkan calon dokter untuk siap bertugas di lapangan. Hal ini terkait pelayanan kesehatan di Indonesia yang sedang menggencarkan program manajemen pelayanan dan pencegahan penyakit.

''Untuk menjawabi kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan lulusan dokter yang kompeten dan mengedepankan pendekatan proaktif,'' ungkap Dekan FK Unika Soegijapranata dr. Indra Adi Susianto, M.Si.Med., Sp.OG saat jumpa pers di Gedung Thomas Aquinas lantai 3, Kamis 9 Desember 2021.

Hadir dalam jumpa pers ini, Kaprodi FK Unika Soegijapranata dr. Fransisca Pramesshinta Hardimarta, M.Si.Med, Programer Field Lab FK Unika Soegijapranata Perigrinus H Sebong, MPH dan Ketua Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) Unika Soegijapranata ke-3 dr. Jonsinar Silalahi, M.Si.Med., Sp.B., Sp.BA.

Baca Juga: Begini Penjelasan Hukum dari Buya Yahya Soal Wanita Korban Pemerkosaaan

Disebutkan bahwa organisasi kesehatan dunia telah menenekankan pola pendidikan yang bertujuan menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang mampu bekerja sama dengan lintas disiplin dan memberikan pelayanan pada semua level pelayanan. Salah satu model pendidikan yang direkomendasikan adalah community based education melalui field lab.

Pendidikan berbasis masyarakat dapat mempromosikan aspek perilaku sosial kepada mahasiswa kedokteran untuk lebih memahami faktor-faktor non biomedis yang mempengaruhi masalah kesehatan sehari-hari.

''Untuk sepenuhnya memahami pengaruh tuntutan sosial pada pasien individu, keluarga mereka, dan masyarakat, mahasiswa kedokteran harus memiliki kemampuan sosial-humanistik yang memadai,'' jelasnya.

Prinsip dasar untuk membangun keterampilan sosialhumanistik adalah melalui pembentukan keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang efektif lewat field lab.

Untuk menjaga relevansi pelaksanaan field lab maka pelaksanaan fiel lab difokuskan pada PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis).

Baca Juga: Rendahya Interaksi Sosial Peserta Didik sebagai Dampak dari Pembelajaran Daring
''Kebutuhan field lab menjadi sangat penting, karena mahasiswa dipersiapkan untuk bisa terjun langsung ke masyarakat. Field lab di Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata dirancang melalui pendekatan pendidikan yang mempromosikan serta membentuk tenaga dokter yang siap melayani masyarakat,'' imbuh Programer Field Lab FK Unika Soegijapranata Perigrinus H Sebong, MPH.

Field lab tidak hanya bertujuan untuk membiasakan mahasiswa berinteraksi dengan lingkungan nyata tetapi lebih pada mempersiapkan mahasiswa untuk bisa menjawabi kebutuhan di masa yang akan datang.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Artikel Terkait

Terkini

Sri Suciati Calon Tunggal Rektor UPGRIS

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:34 WIB
X