(POKOKMEN PSIS) Cerita Elang Sumambar Part 2: Tangani Pemain Pura-pura Cedera dan Beberkan Rahasia Fofe Kamara

- Rabu, 15 Desember 2021 | 18:36 WIB
Dokter Elang Sumambar saat ditemui di kliniknya, Senin 13 Desember 2021. Dokter Elang menjadi dokter tim PSIS sejak 1995-2013.  (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Dokter Elang Sumambar saat ditemui di kliniknya, Senin 13 Desember 2021. Dokter Elang menjadi dokter tim PSIS sejak 1995-2013. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)



SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG.COM - Nama Dokter Elang Sumambar di PSIS Semarang mungkin tak seterkenal pemain-pemain bintang macam De Porras, M Ridwan, atau sampai sekarang Septian David Maulana.

Namun kiprahnya dan loyalitas dokter Elang Sumambar di PSIS Semarang patut diacungi jempol.

Elang Sumambar menjadi Dokter Tim PSIS selama 21 tahun yakni dimulai pada tahun 1995 sampai 2017.

Baca Juga: Dugaan Tagihan Fiktif Rp 320 Juta Muncul di Proyek PSN PLTU Batang

Selama dua puluh tahun itu berbagai cerita sudah pernah dialami oleh Elang Sumambar, salah satunya dalam menangani cedera pemain.

Kata Elang yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua IDI Kota Semarang ini mengungkapkan jika banyak pemain yang pura-pura cedera karena tidak mau bermain.

"Saya hafal betul itu. Alasannya cedera tapi diperiksa tidak ada apa-apa," ucap Elang ketika ditemui di kliniknya di Jalan Dokter Soetomo.

Penanganan sebuah cedera kata Elang memang tidak mudah. Bahkan dia tidak bisa menananganinya sendiri.

Baca Juga: Tenang, Pasokan Energi di Jateng DIY Aman saat Pergantian Tahun

Elang tetap butuh saran dari masseur dan psikolog untuk memutuskan kondisi pemain yang siap berlaga.

Dikarenakan sering mendapati pemain yang pura-pura cedera, Elang pun tak ambil pusing.

"Kewajiban kami adalah melakukan perawatan, tetapi kalau mereka ngeyel dan pura-pura tidak mau main ya bagaimana. Buat apa memperjuangkan orang yang setengah hati," ujar Elang yang tinggal di Ungaran.

Menurut Elang pemain yang punya sikap seperti itu sungguh memalukan. Terlebih apabila levelnya liga kasta tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Satuan Brimob Batalyon A Pelopor Polda Jateng Pindah Markas Baru di Kaliwungu

"Kalau sudah teken kontrak kan berarti harus siap dan konsekuensi dengan kondisi apapun dong. Itulah yang dinamakan dengan profesionalitas," ungkapnya.

Selama mejadi dokter tim PSIS, Elang pernah beberapa kali menangani cedera parah para pemain.

Yang pertama adalagh M Ridwan yang sempat cedera tulang selangka. Lalu I Komang Putra yang pernah mengalami faktur tulang kaki.


Baca Juga: Rizky Nazar Baru 2 Minggu Pakai Ganja, Alasannya Susah Tidur
Komang cedera seperti itu bukan saat membela PSIS. Namun Elang saat itu meminta Komang menyembuhkan dulu di Semarang dan akhirnya berhasil.

Lalu menurut Elang yang paling parah adalah cedera Nurul Huda saat masih membela PSIS Semarang.

Nurul Huda bahkan sampai patah kaki saat berhadapan dengan Persema Malang.

Selain cedera, satu pengalaman yang bersinggung dengan cedera adalah dengan Foffe Kamara.

Baca Juga: FINAL LIGA 3: Persipa Pati Catatkan Sejarah dan Tri Handoko Top Scorer

Elang membeberkan kalau dengan Fofee Kamara bukan karena masalah cedera, melainkan karena Foffe selalu memakai penghilang rasa sakit dengan dosis tinggi.

"Saya selalu bilang pada Fofee kalau dosisinya terlalu tinggi, tapi dia terima-terima saja. Padahal dia tidak cedera. Kalau menurut saya, waktu itu dia tidak pede saja atau mungkin takut cedera," ungkap bapak dua anak ini.***

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X