(POKOKMEN PSIS) Pertandingan Ricuh Mahesa Jenar Part 2: Bentrok di Manahan hingga Ditahan di Godong

- Rabu, 12 Januari 2022 | 19:17 WIB
Kerusuhan suporter PSIS Semarang dengan warga di Godong. Kerusuhan ini terjadi karena suporter PSIS melakukan penjarahan di rumah warga. ( Istimewa)
Kerusuhan suporter PSIS Semarang dengan warga di Godong. Kerusuhan ini terjadi karena suporter PSIS melakukan penjarahan di rumah warga. ( Istimewa)



SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG. COM -- Selain punya pertandingan yang berakhir dengan dramatis, selama menjadi kontestan liga, PSIS Semarang punya pertandingan yang berakhir ricuh.

Kericuhan yang saat pertandingan PSIS Semarang bukan main-main, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Kasus Orang Tua Simpan Jasad Anaknya di Rumah, Polda Jateng Lakukan Trauma Healing

Ayosemarang memilih pertandingan PSIS Semarang yang berakhir ricuh.

1. Ricuh di Stadion Manahan Solo

Kerusuhan ini terjadi tatkala PSIS Semarang bertandang di Pelita Solo pada 11 Juni 2000.

Kala itu PSIS Semarang memang sedang berupaya keras untuk lolos degradasi.

Banyak sumber menyebut Pelita Solo sebetulnya punya banyak peluang emas. Namun entah kenapa gagal memanfaatkan.

Pendukung Pelita Solo geram dan menganggap jika pertandingan itu sudah dimainkan.

Suporter yang geram membuat keributan. Di samping itu, penonton sudah membeludak karena melebihi kapasitas stadion.

Suporter Pelita Solo sampai mencabuti kursi stadion untuk saling lempar dengan suporter PSIS. Bahkan pertandingan harus dihentikan di menit ke-68 karena penonton sudah tidak terkontrol.

Kericuhan tidak hanya terjadi di dalam lapangan tetapi di luar stadion. Setidaknya dua mobil dan lima motor dibakar.

Baca Juga: Ramalan Shio 13 Januari 2022 : Tikus, Kerbau dan Macan Ada Hal Besar Sedang Menantimu

Bus-bus berpelat nomor luar kota juga ikut kena imbas di Taman Balekambang.

Dokter Tim PSIS Semarang Elang Sumambar bahkan mengaku sampai ikut menjahit kepala suporter yang bocor

"Saya menjahit waktu itu tidak ada air. Tangan saya darah semua," ucapnya.

Kerusuhan di Kamal Junaedi

Tragedi kerusuhan  ini tentu selalu diingat suporter PSIS Semarang.

Kerusuhan terjadi saat PSIS Semarang bertandang ke Persijap Jepara.

Orang yang sama dalam kerusuhan di Solo tadi yakni Dokter Elang Sumambar juga punya kesaksian di kerusuhan ini.

Baca Juga: Lantik Kepengurusan Tiga PC SGN, Taj Yasin Minta Santri Edukasi Masyarkat Soal Stunting

Elang mengaku jika waktu itu ketika pertandingan tengah berjalan dia menuju ke tribun suporter PSIS. Dia meminta agar tembok pembatas dirubuhkan.

"Soalnya mereka sudah dilempari oleh pendukung Persijap," ucapnya.

Begitu pembatas jebol, suporter PSIS berhamburan ke lapangan dan otomatis pertandingan dihentikan.

Kerusuhan itu kelak bertahun-tahun setelahnya terus diingat. Suporter PSIS terutama selalu menyematkan ujaran kebencian di lagu-lagunya.

Setelah beberapa tahun menjadi rival yang penuh sentimen, akhirnya kedua suporter bisa berdamai.

Baca Juga: Rumor Taisei Marukawa ke Persis Solo, Ini Jawaban Manajemen!

2. Ditahan di Godong

Kerusuhan ini terjadi di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Minggu 5 Mei 2013.

Hari itu PSIS Semarang bertanding melawan Persipur Purwodadi.

Di momen ini bentrok bukan terjadi antarsuporter, tapi antara suporter dengan warga.

Kronologi kejadiannya adalah ketika suporter berangkat ke stadion mereka melakukan tindakan kriminal di pemukiman atau tempat usaha warga Godong.

Baca Juga: Pelaksanaan Umrah Dibuka Kembali, MPP Batang Mulai Dibanjiri Permohonan Pembuatan Paspor

Para suporter memang bisa sampai stadion, namun saat hendak pulang warga Godong sudah mengepung.

Warga tidak hanya mengepung tetapi juga melakukan lemparan batu karena tidak terima dengan perlakuan suporter.

Aparat kepolisian awalnya tidak bisa mengatasi karena kalah jumlah. Namun setelah mendapat bantuan dari Polda Jateng dan TNI, kerusuhan itu bisa diredam.

Suporter akhirnya bisa kembali ke Semarang pada esok harinya, namun warga tetap minta ganti rugi.

Panser Biru dan Snex kemudian tetap bertanggung jawab dengan melakukan ganti rugi. ***

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X