Sering Dengar Kata Kalah Awu, Babak Bunyak, Badheg di Bahasa Semarangan? Ternyata Ini Artinya

- Selasa, 5 Juli 2022 | 20:40 WIB
Lawang Sewu. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Lawang Sewu. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata bahasa semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata bahasa semarangan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakat bahasa semarangan kali ini akan dimulai dari awu hingga bakbuk. Apa saja artikel, simak ulasannya di bawah ini.

Gaya bahasa semarangan yang lugas dengan nada keras, hingga nyaris membentak, sering menimbulkan kesan kayak "yak-yako" (mengesankan orang yang mengetahui semua topik dalam peristiwa tertentu).

Baca Juga: Atis, Atos, Ayem, Ngayem-ngayemi, Ini Artinya dalam Bahasa Semarangan

Terkait bahasa semarangan tersebut, disampaikan Hartono Samidjan, peneliti bahasa Kota Semarang dalam bukunya Halah Pokokmen, Kupas Tuntas Bahasa Semarangan.

Menurutnya, gaya bahasa tersebut karena adanya frasa-frasa tertentu yang dipakai sebagai penekanan kalimat tuturan di dialek semarangan.

"Frasa-frasa ini antara lain he-eh rak?, Ya rak?, Koe Reti rak?, Ngarahku," tulisnya.

Selain itu, bahasa semarangan, juga cenderung menyederhanakan unggah-ungguhing basa.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X