Gempuran Zaman hingga Kebangkrutan, Pengusaha Batik Pekalongan Tetap Produksi Sesuai Pakem 

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 16:31 WIB
Sejumlah pembatik tulis yang bekerja di bengkel batik Alvien Alfan di Jalan Ahmad Dahlan, Tirto,  Pekalongan Barat, Kota Pekalongan milik Mustar Sidiq. (dok)
Sejumlah pembatik tulis yang bekerja di bengkel batik Alvien Alfan di Jalan Ahmad Dahlan, Tirto,  Pekalongan Barat, Kota Pekalongan milik Mustar Sidiq. (dok)

PEKALONGAN, AYOSEMARANG.COM -- Pekalongan memang terkenal dengan kota batik. Selain menjadi identitas, karena warga lokalnya banyak yang memproduksi batik dengan cara tradisional maupun modern.

Bahkan, batik-batik karya tangan kreatif warga Pekalongan ini menjadi ikon nusantara

Namun di tengah gempuran zaman tidak sedikit pengusaha batik di Pekalongan mengalami kebangkrutan. 

Hal itu juga dialami Mustar Sidiq, seorang pengusaha batik tulis yang memiliki bengkel batik Alvien Alfan di Jalan Ahmad Dahlan, Tirto, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan

Baca Juga: Ribuan Warga Berebut Lopis Raksasa Krapyak, Ini Filosofi Perayaan Syawalan di Pekalongan

Berawal dari mengikuti sang ayah berdagang batik lawasan (bekas) pada 1970-an, ia pun ikut menekuni bakat batik dari sang ayah berjualan batik lawasan (bekas). 

Setelah batik lawasan mulai tidak lagi ditemui, Mustar Sidiq pun memproduksi batik tulis yang sangat memegang erat pakem.

"Pengetahuan saya tentang batik karena sering ikut ayah jual batik lawasan. Dari situ, saya mulai paham pakem-pakem batik," katanya di bengkel batiknya, Sabtu 14 Mei 2024. 

Ayah tiga anak itu tidak serta merta menjadi pengusaha batik. Bahkan, sempat pada satu momen, ia merasa berdosa karena berdagang batik.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X