Kemenkes Pastikan Kasus Cacar Monyet Belum Masuk ke Indonesia

- Selasa, 24 Mei 2022 | 18:50 WIB
Ilustrasi. gejala penyakit cacar monyet. (IStockphto  )
Ilustrasi. gejala penyakit cacar monyet. (IStockphto )

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Merebaknya kasus cacar monyet yang melanda dunia menjadi perharian khusus pemerintah Indonesia.

Kemenkes menyebutkan kasus cacar monyet belum terdeteksi masuk di Indonesia. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Mohammad Syahril.

Secara global, penularan cacar monyet sedang meningkat dan pemerintah terus memantau dan meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk Indonesia.

“Indonesia belum ada laporan kasus cacar monyet ini, artinya seluruh fasilitas kesehatan, puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan belum ada laporannya itu,” kata Syahril dalam konferensi pers secara daring, Selasa 24 Mei 2022 seperti dikutip dari republika.co.id.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 25 Mei 2022 : Cancer, Leo dan Virgo Hari yang Sangat Positif untuk Kamu

Ia menerangkan, monkeypox atau cacar monyet paling banyak menular melalui kontak erat dan sentuhan langsung maik dengan manusia yang sedang sakit cacar monyet maupun dengan monyet yang terpapar virus tersebut. "Penularan pertama bisa darah air liur maupun cairan tubuh. Yang kedua lesi di kulit, kan cacar ini seperti ada cairannya, maka itu kalau pecah bisa memberikan penularan. Kemudian juga ada dugaan droplet di pernapasan," terang Syahril.

Adapun, masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 sampai 21 hari. Gejala yang timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut PT PCN Hutang 106 Miliar Kepada PT PAR (B69) dan Sedang Dalam Proses PKPU

Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan. Dalam 1-3 hari setelah gejala awal atau fase prodromal, gejala akan memasuki fase erupsi berupa munculnya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap.

Ruam atau lesi pada kulit ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapular), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.
Baca Juga: Tips dan Persiapan Hadapi Bencana Banjir, Amankan Dokumen Penting

Halaman:

Editor: Iswara Bagus

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X