HUT ke 77 TNI, Pangdam IV Diponegoro: Beri Manfaat ke Masyarakat

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:18 WIB
Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Widi Prasetijono memimpin upacara  HUT ke-77 TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-72 di Lapangan Parade Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Rabu 5 Oktober 2022. (istimewa)
Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Widi Prasetijono memimpin upacara HUT ke-77 TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-72 di Lapangan Parade Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Rabu 5 Oktober 2022. (istimewa)


SEMARANG,AYOSEMARANG.COM - Upacara peringatan HUT ke-77 TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-72 digelar di Lapangan Parade Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Rabu 5 Oktober 2022.
Dalam upacara ini dihadiri Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Forkompinda dan tamu undangan lain.

Dalam HUT TNI ke-77 dan HUT ke-72 Kodam IV/Diponegoro ini, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Widi Prasetijono berharap seluruh prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro semakin professional dalam mengemban tugas.

"Saya juga berharap ke depan Kodam IV/Diponegoro semakin mampu memberikan manfaat serta solusi terhadap segala bentuk kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan DIY," tandas Pangdam.

Pangdam menyampaikan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejatinya tidak lahir begitu saja dan terbentuk secara tiba-tiba di saat negara Indonesia sudah mapan dan mandiri.

Namun sejarah menyebutkan, cikal-bakal TNI adalah sebagian rakyat bersenjata yang berjuang mengorbankan jiwa dan raganya mengusir penjajah. Sebagai tentara rakyat, TNI harus selalu dekat dengan rakyat.

"TNI harus mengenal dan hidup dengan rakyat. Itulah jati diri TNI dan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari rakyat. Oleh karena itu upaya-upaya untuk memisahkan TNI dari rakyat merupakan pengingkaran akan kodrat TNI sebagai tentara yang berasal dari rakyat. Berjuang bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat," ungkapnya.

"Dari sini kita simpulkan makna “TNI Adalah Kita” memiliki filosofi bahwa TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Diharapkan masyarakat Indonesia dan Internasional melihat TNI sebagai bagian dari mereka," imbuhnya.
Pangdam mengatakan, Kodam IV/Diponegoro telah melaksanakan penanaman berbagai komoditi di tanah-tanah dan lahan-lahan kosong milik TNI AD dan pemerintah daerah untuk ditanami padi 2,93 hektar, jagung 37,96 hektar dan palawija (sayuran, terong, cabe ) seluas 1,01 hektar.

''Berbagai upaya terus kita lakukan, dimulai dari pendataan anak dan keluarga yang berpotensi stunting," kata Pangdam.

Pihaknya bersama-sama dengan BKKBN terus memantau kondisi dan perkembangannya, serta memberikan bantuan untuk tambahan gizinya.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X