Emak-emak Tutup Paksa Galian C Ilegal di Sungai Batang, Bikin Rusak Lingkungan

- Kamis, 1 Desember 2022 | 15:07 WIB
Puluhan emak-emak Warga Desa Polodoro Kecamatan Reban Batang tutup paksa aktivitas tambang ilegal Galian C, Kamis 1 Desember 2022. Foto: dok.
Puluhan emak-emak Warga Desa Polodoro Kecamatan Reban Batang tutup paksa aktivitas tambang ilegal Galian C, Kamis 1 Desember 2022. Foto: dok.

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Dirugikan dengan adanya aktivitas tambang ilegal Galian C, ratusan warga didominasi emakemak Desa Polodoro Kecamatan Reban Kabupaten Batang kembali melakukan aksi penolakan.

Aksi penutupan paksa itu dipimpin langsung Kepala Desa setempat, berlokasi di Sungai Jambu, Batang, Kamis 1 Desember 2022.

“Warga ketakutan lahan yang dibeli dan ditambang ini sudah dekat dengan pemukiman, orang-orang ini takut, diwaktu hujan besar, inipun sebelum digali tanahnya labil,” papar sang Kades, Turis, kepada Ayosemarang.com

Baca Juga: Tegas Tutup Tambang Golongan C Ilegal, Satpol PP Batang Terkendala Aturan Penegakan Hukum

Ia menyatakan lahan yang ditambang sudah sangat dekat dengan pemukiman warga. Bahkan hanya berjarak 40 meter.

“Kemarin – kemarin itu, lahanya masuk Desa Sukomangli, karena ini sudah masuk di wilayah Polodoro warga sedikit takut cemas, nanti kalau ada bencana banjir, warga takut malah menjadi bencana tidak karuan. Karena jarak galian Itu tinggal 40 meter dengan rumah warga dwngan ketinggian tebing 15 meter,” jelasnya.

Dampak dari tambang ilegal itu, kata dia, sangat berpotensi longsor jika hujan lebat dan sungainya banjir, lima rumah pemukiman warga bisa langsung terbawa longsor.

“Kalau terjadi bencana longsor nanti warga menyalahkan kepala desa dan perangkatnya. Aksi penutupan paksa itu murni,” jelasanya.

Baca Juga: Viral! Cara Buat Bahan Bakar dari Sisa Sabun Batang, Ide Bisnis Unik Pengganti BBM

Ia menyatakan lahan yang dibeli pengusaha tambang itu merupakan milik warga. Sehingga Pemerintah tidak berkutik.

“Tapi kalau ini sudah dihentikan sama warga nantikan tanah-tanah dekat pemukiman tidak boleh dijual untuk ditambang,” jelasnya.

Turis menyebutkan bahwa aktivitas tambang ilegal sudah berjalan satu tahun dengan luasan semuanya sekitar 1 hektar. Namun baru dua bulan ini penggalianya sudah masuk ke wilayah Desa Polodoro.

“Aktivitas penambangan sudah sekitar satu tahun. Namun yang lahan digali yang berdekatan dengan Desa Polodoro baru berjalan dua bulan ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Fenomena Tawuran Pelajar di Batang Marak, PGRI Batang Siap Libatkan Satgas Ini

"Atas desakan warga, investor menyatakan akan menghentikan aktivitas penambangan. Dan dari hasil pertemuan di balai desa, juga disepakati tidak adanya warga yang menjual tanahnya untuk ditambang," papar Turis.

Usai aksi warga tersebut, 3 ekskavator yang semula dipergunakan untuk menggali material batu kali ditarik oleh pihak penambang.

Ia menyakan penambangan ilegal Galian C tidak ada kontribusi, yang ada kerusakan lingkungan yang berdampak dan merugikan warga.

“Ya kerusakan ya tanah-tanah yang diambil batunya itu yang rusak, mata air yang tercemar yang ke bawah pak yang ke arah sojomerto untuk mengairi sawah produktif,” jelasnya.

Baca Juga: Mantan Staf Pengelola Pelabuhan Khusus PLTU Batang Divonis 9 Bulan Penjara di Kasus Tagihan Fiktif

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejumlah Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro Dirotasi

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:00 WIB
X