Yogyakarta Daerah Pertama yang Memiliki Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 10:11 WIB
Untung Budiarso, Wakil kepala BAKORDA FKBN Jateng. (dok pribadi)
Untung Budiarso, Wakil kepala BAKORDA FKBN Jateng. (dok pribadi)


AYOSEMARANG.COM - Belanegara bagi sebuah bangsa yang berdaulat menjadi tanggung jawab warga negaranya, termasuk Indonesia. Peran warga negara dalam pembelaan terhadap negara telah diatur di dalam konstitusi UUD 1945 yaitu pasal 27 ayat (3 ) yang menyatakan bahwa semua warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Selanjutnya dalam pasal 30 ayat ( 1 ) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Upaya belanegara selain sebagai kewajiban dasar, juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara.

Belanegara memiliki spektrum yang sangat luas dan bisa dilakukan oleh setiap warga negara yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran dan profesi masing-masing.

Baca Juga: 5 Syarat Baru Tenaga Honorer Bisa Diangkat Jadi PPPK

Adalah Yogyakarta yang telah memiliki perda tentang Pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan yang pertama di Indonesia. Dengan adanya Perda tersebut DIY memiliki mekanisme terstruktur dalam pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat

Sungguh suatu pemikiran yang sangat maju dari Pemerintah DIY dalam merawat keberagaman. Tujuan Perda tersebut mewujudkan semangat nasionalisme, nilai Pancasila dan cinta tanah air di kalangan ASN dan Rakyat DIY, mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa serta mewujudkan ketentraman masyarakat

Melihat kuatnya kemauan pemerintahan DIY dalam menjaga dan merawat keberagaman melalui perda tersebut kiranya akan menjadi motivasi semua pihak akan pentingnya langkah langkah konkrit dalam upaya melaksanakan upaya belanegara.

Munculnya beberapa Perkumpulan masyarakat yang berbasis bela negara Seperti GERAKAN BELA NEGARA, FORUM KADER BELA NEGARA ( FKBN ) semakin menguatkan kita akan keinginan masyarakat dalam memelihara spectrum yang lebih luas tentang belanegara.

Baca Juga: Tampil Merakyat! Duta Sheila On 7 Bawa Jajan Plastik, Netizen: Kirain tukang parkirnya
Kemajuan media sosial yang sangat cepat sangat memungkinkan terjadinya arus informasi yang bisa menyesatkan, kader bela negara harus tampil lebih dini untuk bisa mensosialisasikan dampak negatif Jika kita tidak bijaksana menggunakan medsos tersebut.

Penulis : Untung Budiarso, Wakil kepala BAKORDA FKBN Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lomba Justifikasi

Kamis, 15 September 2022 | 07:46 WIB

Pemilik Frequensi dan Pelengkap Penderita

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:38 WIB

Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB
X