Inovasi Mahasiswa Unisma, Sulap Limbah Menjadi Energi

- Senin, 1 Agustus 2022 | 15:03 WIB
 Mahasiswa Unisma yang beranggotakan Nailil Wafiq Azizah, Nela Vede Rhofa Putri Shoimatul Umi Badria dari Fakultas MIPA dan Ryan Adi Saputro dari Fakultas Pertanian, berhasil mengembangkan inovasi yakni mengolah limbah menjadi energi. (dok Humas Unisma)
Mahasiswa Unisma yang beranggotakan Nailil Wafiq Azizah, Nela Vede Rhofa Putri Shoimatul Umi Badria dari Fakultas MIPA dan Ryan Adi Saputro dari Fakultas Pertanian, berhasil mengembangkan inovasi yakni mengolah limbah menjadi energi. (dok Humas Unisma)

MALANG, AYOSEMARANG.COM - Mahasiswa Unisma yang beranggotakan Nailil Wafiq Azizah, Nela Vede Rhofa Putri Shoimatul Umi Badria dari Fakultas MIPA dan Ryan Adi Saputro dari Fakultas Pertanian, berhasil mengembangkan inovasi yakni mengolah limbah menjadi energi.

Dibawah bimbingan Dr Sama' Iradat Tito MSi, inovasi yang diberi nama “Klinik Rumah Energy” ini berupa pengolahan limbah cair yang dapat menghasilkan energi terbarukan.

''Limbah cair yang dibuang ke sungai diketahui dapat mengganggu ekosistem sungai dan juga dapat mencemari lingkungan sekitar bantaran sungai. Meningkatnya tingkat pencemaran tentu menjadi suatu masalah yang serius. Hal ini menjadi dasar inovasi mahasiswa Unisma untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengolah limbah menjadi energi,'' ungkap Dr Sama' Iradat Tito MSi.

Baca Juga: Semarang Fashion Week Akan Digelar Tiap Minggu, Tema Bervariasi

Inovasi alat terdiri dari beberapa komponen yaitu wadah yang didesain khusus agar dapat menerapkan konsep sel volta sederhana. Kotak ini terbuat dari kaca akrilik, dan memiliki sekat pada tutupnya, pada bagian wadah terdapat sekat dari bahan karet silikon untuk mencegah kebocoran masing-masing sel volta.

Setiap kotak adalah 1 sel volta, jika tercampur maka akan menjadi satu dan voltasenya menjadi berkurang. Granit dan lempengan tembaga ditata sedemikian rupa secara seri dan dihubungkan dengan kabel kecil, yang kemudian langsung disalurkan pada kabel pada penyimpan daya. Hasil dari penyimpanan daya dapat digunakan untuk menghidupkan alat elektronik.

''Dalam penelitian miniprototipe yang dilakukan telah berhasil menghidupkan 6 lampu LED. Miniprototipe direncanakan akan dibuat dalam ukuran yang lebih besar sehingga menghasilkan daya listrik yang lebih besar.''

Mengolah limbah yang dapat mencemari lingkungan menjadi energi listrik yang dapat bermanfaat tentu merupakan inovasi yang sangat menarik. Tidak heran jika inovasi tersebut berhasil masuk dalam 5 besar dalam lomba ''KREATIFITAS MESIN BRAWIJAYA 2018'' dan menerima pendanaan dari program Rumah Kreativitas Mahasiswa (RKM) Universitas Islam Malang pada tahun 2022.

Program RKM itu sendiri merupakan wadah yang disediakan oleh UNISMA dengan mendanai inovasi mahasiswa agar dapat dikembangkan dan dikenal oleh masyarakat. Kedepannya inovasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengelola limbah cair agar tidak mencemari lingkungan dengan menjadikan limbah cair sebagai energi terbarukan, selain itu harapannya adalah dapat mensejahterakan masyarakat yang membutuhkan listrik dengan bahan baku limbah terbuang.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Unisma Kembali Raih Rekor MURI di Oshika Maba 2022

Jumat, 16 September 2022 | 14:50 WIB

Wakil Ketua DPR RI Beri Motivasi Mahasiswa Baru Unisma

Jumat, 16 September 2022 | 11:42 WIB

UPGRIS Terima 3.939 Mahasiswa Baru

Selasa, 13 September 2022 | 21:34 WIB

4527 Mahasiswa Baru Unisma Ikuti Oshika Maba 2022

Selasa, 13 September 2022 | 11:48 WIB

RUU Sisdiknas Tahun 2022 Sarat Polemik Panen Kritik

Jumat, 9 September 2022 | 10:24 WIB

Pengurus PGRI Ranting Khusus UPGRIS Dikukuhkan

Rabu, 7 September 2022 | 13:37 WIB

PIP Semarang Kembali Lepas 291 Wisudawan

Selasa, 6 September 2022 | 16:56 WIB
X