Giliran Pengusaha Rumah Makan di Kendal Menjerit, Harga Gas Nonsubsidi Melambung

- Minggu, 9 Januari 2022 | 13:00 WIB
Gas nonsubsidi di agen sudah melambung tinggi sehingga pengusaha rumah makan mulai mengeluh.  (edi prayitno/kontributor kendal)
Gas nonsubsidi di agen sudah melambung tinggi sehingga pengusaha rumah makan mulai mengeluh. (edi prayitno/kontributor kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Pengusaha rumah makan di Kendal mengeluhkan kenaikan  harga jual liquefied petroleum gas atau LPG atau elpiji untuk jenis nonsubsidi.

Kenaikan terjadi pada isi ulang LPG ukuran 5,5 kilogram dan juga 12 kilogram. Kenaikan gas mencapai  Rp30.000 per tabung. Namun untuk gas ukuran 3 kilogram yang bersubsidi tidak ada kenaikan.

Pemilik angkringan dan kafe Gantuman Patebon, Aditya Wibawa mengatakan adanya kenaikan harga LPG nonsubsidi mengurangi keuntungan yang diterima.

Baca Juga: Perkokoh Lini Tengah, PSIS Semarang Datangkan Ahmad Subagja Baasith

Pasalnya Ia tidak menaikkan harga maupun mengurangi porsinya, harga tetap seperti biasa karena khawatir pelanggan protes.

“Sebab kalau dinaikkan takut pelanggan komplain, sehingga hanya bertahan harga. Ini jelas berdampak pada hasil pendapatan, katakanlah kalau satu porsi makan biasanya dapat untung Rp 1.000 sekarang tingga Rp 500. Namun untuk kebutuhan lain seperti gaji karyawan dan lain sebagainya tetap,” jelasnya.

Ia ingin mengganti dengan gas elpiji subsidi namun karena aturan tidak boleh, ya apa boleh buat.

Baca Juga: Gibran Disiapkan PDIP Jadi Pengganti Anies Baswedan, Begini Respons Pengamat Politik

Sementara itu Budi dari agen gas PT Kerja Kendal mengatakan, kenaikan harga gas ukuran 5,5 kilogram sebesar Rp11.000, adapun gas ukuran 12 kilogram naik Rp26.000.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X