Sesepuh Khawatir Tradisi Kupat Jembut di Semarang Memudar, Ada Apa?

- Senin, 9 Mei 2022 | 14:46 WIB
Kupat Jembut yang menjadi tradisi di Pedurungan. Sesepuh setempat khawatir tradisi Kupat Jembut akan memudar. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Kupat Jembut yang menjadi tradisi di Pedurungan. Sesepuh setempat khawatir tradisi Kupat Jembut akan memudar. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

PEDURUNGAN, AYOSEMARANG.COM - Tradisi Kupat Jembut sampai saat ini masih terus dilaksanakan di Kecamatan Pedurungan untuk memperingati Lebaran Syawal.

Namun dalam mempertahankan tradisi Kupat Jembut itu tentu tidak mudah.

Upaya mempertahankan tradisi Kupat Jembut itu terus dilakukan oleh Juwarti, sesepuh di RW 1 Kelurahan Pedurungan Tengah.

Baca Juga: Ribuan Warga Berebut Lopis Raksasa Krapyak, Ini Filosofi Perayaan Syawalan di Pekalongan

Di kampungnya dari tahun ke tahun selalu ada tradisi rutin di Hari Raya Syawalan yang dinamakan dengan “Kupat Jembut”.

Setelah membagi-bagi Kupat Jembut pada 9 Mei 2022, dia khawatir jika tradisi ini akan hilang.

Pasalnya Juwarti sadar saat ini zaman semakin modern dan jika tidak diingatkan terkadang pemuda akan lupa.

“Saya generasi paling tua di kampung ini. Jadi saya juga ikut mencetuskan tradisi ini setiap syawal,” ujar Juwarti.

Baca Juga: Bukan Saru, Ini Sejarah Tradisi Syawalan Kupat Jembut di Kota Semarang

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X