KAMUS SEMARANGAN Mengenal Kosakata Dialek Semarangan Jembling, Jentrek-jentrek, dan Jirih

- Selasa, 21 Juni 2022 | 20:30 WIB
Kota Lama Semarang (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Kota Lama Semarang (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

 

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata dialek semarangan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakata dialek semarangan kali ini akan dimulai dari jembling hingga jirih. Apa saja artinya, simak ulasannya di bawah ini.

Blaik, dewe isa telat ki, piye jal (Wah kita bisa terlambat, terus bagaimana ini? Kalimat di atas menjadi bahasa tutur khas Semarangan yang sering didengar.

Selain tingkat turun kata cenderung ngoko, keunikan lain dari bahasa Semarangan adalah dapat dikenali lewat cara pengucapan yang lugas dan hampir diakhiri dengan partikel "ik, ok, deng, ta, atau jal".

Baca Juga: Bukan Gunungpati atau Banyumanik Kecamatan Terluas di Kota Semarang, Cek di Sini Jawabannya

Hartono Samidjan, peneliti bahasa Kota Semarang dan penulis buku Halah Pokokmen mengatakan, paartikel "ok" biasanya berfungsi memberikan penekanan pada kata kerja dalam kalimat pernyataan.

"Contohnya, 'aku wis bali ok (saya sudah pulang), aku bar mangan ok (aku sudah makan), dhekne durung reti ok (dia belum tahu)'," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Partikel "ta", lanjut Hartono, biasanya erat hubungannya untuk penekanan pada kata keterangan dalam kalimat pernyataan.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X