Duh, Sepanjang 2022 Banyak TKW di Kendal Ajukan Gugatan Cerai ke Suami

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:39 WIB
 Wakil bupati Kendal saat berkunjung ke Pengadilan Agama Kendal. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal.)
Wakil bupati Kendal saat berkunjung ke Pengadilan Agama Kendal. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal.)


KENDAL, AYOSEMARANG.COM - Angka perceraian di Kabupaten Kendal sepanjang tahun 2022 masuk kategori tinggi. Banyak faktor yang menjadi penyebab perceraian yakni ekonomi, pendidian dan TKW. Dari data yang ada di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 A Kendal tahun 2022 angka perceraian mencapai 2.233 kasus.

“Dengan rincian cerai gugat 1.683 dan cerai talak 550, angka perceraian tahun 2022 hingga bulan September tertinggi adalah status keluarga dengan salah satu pasangan sebagai TKW,” terang Ketua PA Kendal Kelas 1A H Abdul Malik Rabu 05 Oktober 2022.

Menurutnya di Kendal memang ada fenomena untuk meningkatkan taraf hidup memang terdapat pekerjaan sebagai TKW. Namun hal itu justru menjadi perpecahan pada rumah tangga dan data yang masuk sampai 30 september 2022, ada 372 orang yang mendaftarkan cerai yang diajukan oleh istri.

Baca Juga: Bagaimanakah Nasib Terkini Aremania yang Ditendang Oknum TNI di Tragedi Kanjuruhan? Benarkah Meninggal?

Angka perceraian yang tinggi ini menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Kendal. Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki melihat langsung perkara yang menjadi penyebab tingginya kasus perceraian. Kunjungan ini sebagai langkah awal pemerintah dalam memperhatikan angka perceraian yang berada di atas 2.000.

Windu Suko Basuki mengatakan, ternyata banyak yang menjadi faktor penyebab perceraian maka baik dari faktor ekonomi, pendidikan, kemudian pekerjaan TKI maupun TKW. Perlu adanya pendekatan kepada keluarga.

“Faktor perceraian yang tinggi tentu menjadi perhatian bagi pemerintah, tadi saya bersama dengan Ketua Pengadilan Agama mencoba mencari tahu apa yang menjadi penyebab dan apa yang harus menjadi langkah kita. Disini kita mencoba untuk melakukan pendekatan melakukan bimbingan rohani kepada keluarga rawan cerai, dengan melihat beberapa kasus yang kerap terjadi kita bisa mengategorikan,” katanya.

Baca Juga: Mengandung Bawang, Permohonan Maaf yang Mengenaskan dari Juragan 99 ke Keluarga Korban Kanjuruhan

Lebih lanjut Wakil Bupati Kendal menjelaskan terkait pendekatan kepada keluarga rawan cerai, bisa masuk dalam pembinaan mental tentang membangun rumah tangga harmonis dan baik oleh pihak dari Pengadilan Agama tentu akan memberikan dampak positif dalam menurunkan angka perceraian.

Adapun pembahasan lain adalah terkait Dispensasi Nikah yang memiliki hubungan dengan angka stunting, hal ini akan menjadi pembahasan kedepan lantaran Dispensasi Nikah adalah ijin nikah dibawah batas usia pernikahan.***

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X