Waspada Bahaya Narkoba, Bisa Jerat Siapapun

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 14:32 WIB
Ketua DPRD Kendal lakukan sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) difasilitasi Kesbangpol Kendal.(edi prayitno/kontributor Kendal)
Ketua DPRD Kendal lakukan sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) difasilitasi Kesbangpol Kendal.(edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM - - Jeratan narkotika dan obat-obatan terlarang bisa terjadi kepada siapapun saja. Tidak memandang status dan jabatan apapun, untuk itulah warga diminta untuk mewaspadi dan selalu berhati-hati jangan sampai mencoba menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

"Betapa dahsyatnya jerat dari narkoba ini. Barang haram ini tak hanya menyasar masyarakat umum saja, tapi semua elemen masyarakat disasar tidak peduli itu polisi, hakim, artis dan yang baru-baru ini kita lihat di tv menyeret nama seorang polisi berpangkat jenderal bintang 2,"kata Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di aula MTs 27 Rowosari.

Makmun mengatakan, kondisi peredaran narkoba yang sedemikian parah seperti pernah disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. "Presiden sudah menyampaikan kondisi darurat narkoba dan menggaungkan untuk melakukan perang bersama melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Jadi mari kita jaga keluarga kita, anak-anak kita dan lingkungan sekitar dari bahayanya narkoba," tegasnya.

Sosialisasi P4GN yang difasilitasi oleh kantor Kesbangpol Kendal ini merupakan wujud nyata kepedulian para anggota legislatif dalam memerangi narkoba agar Kabupaten Kendal terbebas dari narkoba. "Kita bersama seluruh elemen masyarakat harus benar-benar bisa mencegah dan memerangi narkoba. Pemerintah harus kita bantu dalam perang melawan narkoba ini," ujar politisi PKB ini.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kendal, Annurrochim. Menurutnya narkoba sudah seharusnya menjadi musuh semua masyarakat, karena selain dilarang agama, barang haram tersebut juga dapat menghancurkan sebuah tatanan negara. "Narkoba itu sebenarnya bahan yang biasa digunakan dalam dunia medis. Biasa digunakan untuk obat bius saat sedang khitan atau menjalani bedah operasi. Tapi itu yang bukan kita lawan. Yang kita lawan adalah penyalahgunaannya dan peredaran gelap barang tersebut," terangnya.

Annurrochim berpesan kepada masyarakat agar waspada dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. "Kita semua harus mewaspadai jangan sampai ada keluarga kita atau anak-anak kita yang menyentuh barang haram itu. Kita sama-sama cegah dan berantas agar negara ini tetapa kokoh berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," timpalnya.

Sementara, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kendal, Kardiyanto mengatakan, kegiatan sosialisasi digelar sesuai dengan instruksi Presiden terkait kondisi darurat narkoba di Indonesia. "Narkoba sudah menyerang di semua lini kehidupan. Ada Polisi yang berdinas di Sat Narkoba terkena narkoba. Hakim pengadilan juga ada yang terjerat narkoba dan yang baru-baru ini menjerat seorang Polisi bintang dua di Polda Jatim," bebernya.

Dengan kondisi seperti itu dia menghimbau masyarakat agar mewaspadai keluarganya dan orang-orang di dekatnya terkait dengan bahayanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (adv)

Editor: Akbar Hari Mukti

Sumber: Adv

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X