Ada Jembatan Gantung, Desa di Klaten Kini Tak Lagi Terisolir

- Jumat, 21 Januari 2022 | 18:44 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Jembatan Gantung Girpasang di wilayah Klaten. (istimewa)
Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Jembatan Gantung Girpasang di wilayah Klaten. (istimewa)

KLATEN, AYOSEMARANG.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Jembatan Gantung Girpasang di wilayah Klaten, Kamis 20 Januari 2021. Jembatan tersebut membuka akses untuk desa yang selama ini cukup terisolir.

Peresmian dihadiri warga Desa Ngringin dan Desa Girpasang, Kelurahan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

“Di atas kertas, mungkin Jembatan Gantung Girpasang terlihat sederhana, tetapi jembatan dengan panjang 120 meter ini menjadi simbol komitmen kita,” kata Puan saat meresmikan Jembatan Gantung Girpasang.

Jembatan Gantung Girpasang menghubungkan Desa Ngringin dan Desa Girpasang. Dusun Girpasang yang dihuni 12 keluarga dengan penduduk 34 jiwa ini sebelumnya merupakan desa terisolir yang dikelilingi oleh dua buah lembah yang biasa disebut jurang pakis.

Baca Juga: Download Video TikTok Tanpa Watermark dan Aplikasi, Cukup Lewat Savefrom.net, Begini Caranya

Salah satu akses untuk keluar dari Dusun Girpasang harus dilalui dengan berjalan kaki berupa setapak naik-turun jurang yang kedalamannya sekitar 150 meter dengan 1.001 anak tangga. Sebelum terbangunnya jembatan ini, masyarakat Girpasang memanfaatkan alat transportasi berupa gondola sederhana dengan alat penariknya adalah mesin motor yang diperuntukkan sebagai alat  pengangkut pakan ternak maupun hasil bumi penduduk setempat.

Oleh karena itu, Puan menilai peresmian Jembatan Gantung Girpasang sebagai simbol komitmen bersama. “Komitmen bahwa di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak boleh ada desa atau wilayah yang terisolir, termasuk Desa Girpasang,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
 
“Karena itu DPR RI akan terus mendukung dan mendorong Pemerintah Pusat maupun daerah agar memerhatikan dan segera menghadirkan solusi bagi wilayah-wilayah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang masih terisolir,” tambah Puan.
 
Pada awal tahun 2021, warga Kelurahan Tegalmulyo secara swadaya telah menambah 1 gondola yang lebih untuk difungsikan sebagai alat angkut orang, termasuk wisatawan. Puan menilai, masyarakat setempat harus memanfaatkan Jembatan Gantung Girpasang untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Jembatan Gantung Girpasang ini Alhamdulillah bukan hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sudah mulai mampu menarik wisatawan. Momentum ini perlu dimaksimalkan dengan membangun wilayah sekitar agar menjadi tempat wisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal,” paparnya.

Puan meminta Pemerintah Daerah melibatkan masyarakat sekitar agar menjadi pelaku aktif dalam pengembangan pariwisata di daerah lereng Gunung Merapi itu. Bisa dalam bentuk membangun dan mengelola tempat makan-minum yang memanfaatkan keindahan pemandangan di lokasi tersebut.
 
“Bahkan bisa juga dengan mendirikan tempat-tempat penginapan yang bernuansa alam, sehingga di sini bisa menjadi salah satu tempat green tourism atau wisata yang ramah lingkungan,” ujar Puan.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X