Hadirnya KITB dan BIP Bakal Beri Dampak Sosial, Sejumlah Ormas di Batang Gelar Workshop

- Kamis, 30 Juni 2022 | 15:53 WIB
Omah Tani, Kampung Hijrah, dan SPN Batang saat menggelar workshop terkait isu sosial KITB, Senin (27/6/2022). Foto: dok 
Omah Tani, Kampung Hijrah, dan SPN Batang saat menggelar workshop terkait isu sosial KITB, Senin (27/6/2022). Foto: dok 

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Hadirnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP).  akan membawa perubahan sosial bagi masyarakat.

Pertumbuhan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP) bakal memberikan dampak perubahan struktur masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. 

Sebagai langkah persiapan menghadapi perubahan dari dampak tersebut, Omah Tani Batang, Serikat Pekerja Nasional Batang, serta Kampung Hijrah menggelar workshop diskusi dengan Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency Internasional Indonesia (TII) di Omah Tani Batang, Senin (27/6) lalu. 

Dalam diskusinya, Ormas tersebut mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan aktif, akan isu perubahan sosial. 

Baca Juga: PMK Capai 778 Kasus, Dinas Pertanian Kendal Lakukan Percepatan Vaksinasi Hewan Ternak

"Perubahan sosial di masyarakat akan terjadi. Oleh karena itu, kami minta elemen masyarakat untuk mengawal hadirnya KITB. Sehingga nantinya masyarakat bisa beradaptasi dan tak hanya jadi penonton hadirnya KITB di Batang," kata Perwakilan Panitia Workshop Bram, saat ditemui dirumahnya, Kamis 30 Juni 2022. 

Dijelasknya, KITB dan BIP bakal memiliki dampak perubahan sosial yang besar. Dari awalnya sebagai daerah agraris, akan menjadi daerah industri. 

"Oleh karenanya kami ajak berbagai elemen masyarakat, dari buruh yang diwakili SPN, dari santri yang diwakili Kampung Hijrah, serta dari petani yang diwakili Omah Tani untuk lebih peduli pada fenomena perubahan sosial ini," ujarnya. 

Bram juga minta agar elemen masyarakat tidak hanya kritis pada persoalan masing-masing. Masyarakat juga bisa lebih memahami bagaimana cara agar bisa meredam potensi korupsi. 

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adakah Perbedaan Antara Solo dan Surakarta?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 14:22 WIB
X