Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

- Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB
Antoni M Laot Kian, Dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Staf Ahli DPD RI (Dok Pribadi)
Antoni M Laot Kian, Dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Staf Ahli DPD RI (Dok Pribadi)

Mengurai kejahatan kekerasan kolektif bukanlah persoalan sederhana. Ada berbagai faktor kompleks yang ikut bermain: imitasi, patronisme, kohesivitas etnis, pun perasaan inferior. Kolektivitas etnis dalam perspektif timur sejatinya adalah tobo hama-hama taan gelekat lewo (duduk bersama membangun kampung halaman). Itu berarti baik sebagai pendatang maupun masyarakat setempat, kebersamaan seharusnya menjadi tanggungjawab kolektif untuk membangun daerah, in casu Yogyakarta.

Citra Yogyakarta tidak boleh dinodai, pun pula citra kebersamaan etnis seharusnya kembali ke dasarnya. Patronisme para tetua etnis harus selalu mengevaluasi hal ini. Di saat yang sama, setiap Pemerintah Daerah Provinsi dari luar Yogyakarta harus mampu mengawasi putra-putri daerahnya.

Baca Juga: Sering Minum Teh Setelah Makan? Ketahui Efeknya untuk Kesehatan Tubuh

Dalam koridor di atas, maka manusia akan terlihat hebat di tanah rantau, bukan karena fisiognomi-nya, melainkan karena kualitas pribadinya yang berintegritas menjaga marwah di mana langit dipijak, di situ bumi dijunjung. Berabad-abad yang lalu, peradaban Romawi selalu mengulangi adagium ini, ut ameris amabilis esto, ramahlah agar kau dicintai.

Tanggungjawab kolektif menjaga perdamaian itu sesungguhnya dimulai dari bertutur, bersikap, dan bertindak ramah. Dalam perspektif filsafat moral, kewajiban manusia ialah memperlakukan secara positif orang lain sebagaimana memperlakukan diri sendiri. ***

Penulis : Antoni M Laot Kian,
Dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Staf Ahli DPD RI

 

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lomba Justifikasi

Kamis, 15 September 2022 | 07:46 WIB

Pemilik Frequensi dan Pelengkap Penderita

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:38 WIB

Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB
X