Kembalikan Kejayaan Produktivitas Kakao di Batang, UGM dan Dispaperta Dampingi Petani Membuat Demplot Kakao

- Minggu, 23 Januari 2022 | 11:20 WIB
Petani kakao masih merawat tanamanya di Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.  (Ayosemarang/ Muslihun kontributor Batang. )
Petani kakao masih merawat tanamanya di Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis Kabupaten Batang. (Ayosemarang/ Muslihun kontributor Batang. )

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Potensi pengembangan tanaman kakao Kabupaten Batang terbilang cukup luas.

Dari luasan 1.500 hektare (ha), karena adanya pembangunan PLTU dan jalan tol kini tanaman tersebut luasnya tinggal 800 ha.

Namun demikian, luasan tersebut masih tetap menjadi salah satu daerah yang terluas dengan tanaman kakao di Pulau Jawa.

Untuk mengembalikan kejayaan produktivitas tanaman tersebut yang pernah moncer. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bersama pihak swasta memfasiliasi pembuatan demplot kakao.

Baca Juga: HASIL IBL 2022: Tangan Dingin AF Rinaldo Bawa Amartha Hangtuah Sapu Bersih Seri 1

Demplot itu disiapkan sebagai contoh peningkatan produktivitas perkebunan kakao untuk memenuhi kebutuhan PT UGM Cocoa Teaching Industry yang berada di Desa Sigayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang

Empat desa yang dipilih untuk dijadikan demplot, yaitu di Desa Kenconorejo, Kedungsegok di Kecamatan Tulis, serta Desa Siwatu, dan Brokoh di Kecamatan Wonotunggal.

"Tahun 2020 Dispaperta Batang memberikan semangat petani kakau agar produkainya bisa baik seperti dulu. 800 ha jika dipelihara dengan bagus sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam satu tahun, produktivtasnya bisa mencapai 800 ton," kata Ketua Asosiasi Kakao Indonesia Kabupaten Batang Zaenal Acheroh, saat ditemui di kebun kakau di Kenconorejo Kecamatan Tulis, Minggu 23 Januari 2022. 

Baca Juga: 7 Saran Mantan Petinggi WHO Kendalikan Varian Omicron di Indonesia

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X