Rehabilitasi Perkebunan Kakao di Batang Tunjukkan Hasil Positif

- Jumat, 21 Januari 2022 | 12:43 WIB
Proses pengiriman produk coklat dari perkebunan kakao UGM Cocoa Teaching Industry menuju Jepang.  (Muslihun/Kontributor Batang )
Proses pengiriman produk coklat dari perkebunan kakao UGM Cocoa Teaching Industry menuju Jepang. (Muslihun/Kontributor Batang )

BATANG, AYOSEMARANG -- Rehabilitasi perkebunan kakao di Kabupaten Batang menunjukkan hasil positif.

Ada 3 hektare lahan yang telah dijadikan demplot kakao tersebar di 2 kecamatan yakni di Desa Kenconorejo, Desa Kedungsegok Kecamatan Tulis, Desa Siwatu, dan Desa Brokoh di Kecamatan Wonotunggal.

Sebelumnya, kondisi perkebunan kakao di Batang terbilang buruk, mayoritas sudah berusia tua. 

Hal itu disampaikan general manager UGM Cocoa Teaching Industry Nur Muhib yang ditemui di kantornya, Jumat 21 Januari 2021. 

Baca Juga: Perpanjangan Pembangunan Islamic Center Batang Tahap I, DPUPR Yakin Selesai Akhir Januari 2022.

"Hasilnya cukup bagus, usianya sudah 6 bulan, hasilnya sudah ada peningkatan. Pohon kakao yang sudah tua mulai bagus kembali mulai daun hingga batang. Biasanya satu pohon menghasilkan 3-4 buah, kini bisa sampai 15 buah," ujar 

Demplot tersebut merupakan hasil kerjasama berbagai pihak. Seperti petani kakao, Pemda, dan swasta. Tujuannya untuk membentuk koperasi industri perkebunan kakao.

Menurutnya, kualitas kakao dari Batang sekarang terbilang buruk. Baik dari kualitas maupun kuantitas.

Pihaknya kini hanya menargetkan rehabilitasi perkebunan kakao terlebih dahulu. Bagaimana caranya supaya sehat kembali.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X