29 Mahasiswa UPGRIS Ikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar

- Senin, 15 Agustus 2022 | 17:19 WIB
Perwakilan peserta program pertukaran mahasiswa UPGRIA secara simbolis dilepas oleh Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Sri Suciati. (dok UPGRIS)
Perwakilan peserta program pertukaran mahasiswa UPGRIA secara simbolis dilepas oleh Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Sri Suciati. (dok UPGRIS)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Program pertukaran mahasiswa dalam negeri pada era Merdeka Belajar dinilai tak hanya akan meningkatkan kompetensi mahasiswa, namun juga mampu menanamkan jiwa nasionalisme.

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Sri Suciati mengemukakan, melalui program yang diinisiasi Kemendikbudristek ini, mahasiswa juga akan tumbuh sebagai individu intelektual, dan menambah pengalaman baru yang tidak diperoleh dari perguruan tinggi asal.

"Mahasiswa peserta akan memperoleh pengalaman berharga dalam program pertukaran mahasiwa Merdeka Belajar. Mereka akan menemui adat istiadat, kultur dan akademik yang berbeda-beda," kata Suciati setelah melepas mahasiswanya yang akan mengikuti program tersebut di Gedung Pascasarjana UPGRIS, Senin 15 Agustus 2022.

Baca Juga: Hotman Paris Resmi Ditunjuk Jadi Pengacara Kasus Karyawan Alfamart vs Ibu-ibu Pengutil Cokelat

Menariknya dari program ini, melalui Modul Nusantara, mahasiswa akan dikenalkan beragam budaya dan kesenian di daerah atau perguruan tinggi yang mereka tuju, termasuk berkenaan destinasi wisata.
Tahun ini mahasiswa UPGRIS yang mengikuti program pertukaran mahasiswa berjumlah 29 mahasiswa. Mereka berasal dari delapan program studi yang berbeda. Mahasiswa peserta nantinya akan mengikuti perkuliahan selama satu semester penuh.

Diantara perguruan tinggi tujuan mereka yakni Universitas Bandar Lampung, Universitas Hasanudin, Universitas Islam Riau, Universitas Islam Makassar, Universitas Medan, Universitas Negeri Padang dan sejumlah perguruan tinggi lain di luar Pulau Jawa.

"Program ini sekaligus untuk menanamkan cinta tanah air, memupuk rasa nasionalisme. Mereka akan dipertemukan dengan tokok-tokoh inspiratif, hingga diajak menikmati daerah wisata tempat tujuan," ujarnya.

Menurut rektor, hal terpenting lagi yang diinginkan dari program ini, mahasiswa peserta akan lebih berintegritas sebagai warga negara Indonesia. Mereka juga diharapkan makin memahami nilai-nilai kebhinekaan yang bisa ditularkan kepada mahasiswa lainnya.

Baca Juga: IDENTITAS Korban Tewas Kecelakaan Maut Pedurungan Semarang Siang Ini Antara Motor vs Bus Pariwisata

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X