Perubahan Status HGU ke HGB di Lahan BIP Dinilai Janggal Oleh Fraksi PDI Perjuangan

- Selasa, 5 Juli 2022 | 16:54 WIB
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Batang M Zaenudin. Foto Muslihun kontributor Batang. 
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Batang M Zaenudin. Foto Muslihun kontributor Batang. 

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Soal perubahan status lahan Batang Industrial Park (BIP) mendapat respons dari fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten.

Seperti diketahui, Kantor ATR/ BPN menetapkan atas perubahan status lahan hak guna usaha (HGU) perkebunan PT Segayung menjadi hak guna bangunan (HGB) Batang Industrial Park (BIP) yang hanya 106 hektare. 

Juru bicara fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Batang M Zaenudin menyatakan, hal tersebut ada kejanggalan. Pasalnya, data yang diterima DPRD Batang luasanya ada sekitar 248,5 hektare. 

Baca Juga: Berantas Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN Libatkan Polisi dan Jaksa

"Ini ada kejanggalan yang disampikan BPN, bahwa hanya ada 106 hektare yang dirubah HGU-nya ke HGB. Lha ini sisanya itu yang dari 248 hektare mereka tidak tahu," kata M Zaenudin, saat ditemui di ruang kerja DPRD, Selasa 5 Juli 2022. 

Dari kejanggalan itu, kata dia, muncul pertanyaan, sisa lahan itu statusnya milik siapa? Lalu dari 106 haktere dengan selisih 248 hektare itu pengajuan amdalnya bagaimana? 

"Apakah amdal sesuai luasan yang diajukan HGU-nya ke HGB oleh BPN atau bagaimana? Karena fakta di lapangan pengelolaan lahan luasanya sudah lebih dari 106 hektare," ungkapnya. 

M Zaenudin juga menyinggung terkait dasar yuridis formal terkait percepatan pembangunan industri di wilayah PT Segayung menjadi BIP. 

Baca Juga: Link Beli Tiket Online PSIS Semarang vs Arema FC di Stadion Jatidiri Kamis 7 Juli 2022

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Renungan Ulang Janji Pramuka di Lapas Kelas IIB Batang

Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:25 WIB
X