Teater Gema UPGRIS Juara 1 Festival Monolog Nasional

- Jumat, 10 Desember 2021 | 17:33 WIB
 Teater Gema UPGRIS Juara 1  Festival Monolog Nasional (dok UPGRIS)
Teater Gema UPGRIS Juara 1 Festival Monolog Nasional (dok UPGRIS)

 

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Masing -masing sutradara memiliki strategi dalam menyajikan sebuah pertunjukan seni drama. Misalnya seorang sutradara menekankan kepada aktor teater harus berlatih selayaknya robot serta berkomitmen.
Hal itu yang dilakukan oleh Afprian Baskoro selaku Sutradara Monolog Teater Gema Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terhadap aktornya. Sehingga, caranya tersebut membuat aktor dari Teater Gema bernama Sulthon Sukma Negara berhasil menyabet juara 1 Monolog Mahasiswa dalam Festival Monolog Nasional 2021, dengan tema "Monolog Virtual di Masa Pandemi".


Perlombaan yang digelar oleh Insititut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang dibuka sejak 1 hingga 24 November 2021. Selain itu, pengumuman pemenang festival pada 27 November 2021.

Afprian Baskoro menyampaikan, ia bersama aktornya bermula tidak ada niatan untuk ikut perlombaan. Namun hanya sekadar berlatih seperti biasa yang dilakukan para pelaku teater. Misalnya membaca naskah, bedah hingga pertunjukkan.

Baca Juga: Pelecehan Seksual BEM Unsoed Purwokerto, Pihak Kampus Akhirnya Buka Suara

"Kami awalnya pilih-pilih naskah kemudian dibedah serta disajikan pertunjukkan. Enggak ada niatan untuk lomba. Hanya proses saja seperti biasa kami lakukan. Setelah itu, kami mendapatkan informasi ada perlombaan di Kudus, namun ditunda. Beberapa bulan kemudian kami ada informasi perlombaan di ISBI, akhirnya ikut. Dan hanya bermodalkan berproses sekitar 3 minggu, "kata BaskoroF, Jumat 10 Desember 2021.

Dalam kesempatan ini, Baskoro membawakan naskah pilihan dengan judul "Aeng" karya Putu Wijaya. Dari cerita ini, dia mengulas tentang eksistensi manusia dalam ranah sosial. Bagi Baskoro, naskah yang dibawakan sangat mudah untuk improvisasi lebih jauh.

Meskipun ia bersama aktor memiliki kesibukan selain bermain teater, namun mereka mengatur jadwal latihan rutinan agar bisa meraih juara dalam perlombaan tersebut.

"Meski proses hanya sekitar 3 minggu, tapi kami bikin komitmen dan jadwal dengan aktor dan sutradara. Sebab, aktornya masih kuliah sedangkan saya bekerja. Dimana waktu 3 minggu digunakan maksimal mungkin untuk latihan. Bahkan kami libur hanya dua hari, saya juga menekankan kepada aktor selayaknya robot. Mulai dari bloking sampai dialog, saya yang menentukan. Utamanya aktor nurut dengan sutradara,"ujarnya.

Ia berpesan kepada para pelaku teater khususnya kampus agar membiasakan berproses secara rutin. Di antaranya membaca naskah, bedah hingga pementasan.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sri Suciati Calon Tunggal Rektor UPGRIS

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:34 WIB
X