Unika Soegijapranata Semarang Kembangkan Start Up Perhutanan

- Senin, 5 Desember 2022 | 12:24 WIB
  (dari kiri) Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset dan Publikasi Unika Soegijapranata Robertus Setiawan Aji N , Ketua tim Kedaireka  Unika Soegijapranata Linggar Yekti Nugraheni  dan Ketua Gema Perhutanan Sosial Siti Fikriyah saat jumpa pers di Hotel Arus Semarang. (dok)
(dari kiri) Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset dan Publikasi Unika Soegijapranata Robertus Setiawan Aji N , Ketua tim Kedaireka Unika Soegijapranata Linggar Yekti Nugraheni dan Ketua Gema Perhutanan Sosial Siti Fikriyah saat jumpa pers di Hotel Arus Semarang. (dok)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM- Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang bersama Gerakan Masyarakat (GEMA) Perhutanan Sosial mengembangkan Start Up dan Supply Chain Perhutanan Sosial. Kegiatan ini mendapatkan hibah Matching Fund Kedaireka 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

''Salah satu program strategis presiden untuk penyelesaian konflik agraria adalah dengan diterbitkannya hak pengelolaan hutan negara dengan skema perhutanan sosial. Perhutanan sosial memiliki peran besar dalam mengangkat kesejahteraan petani hutan,'' ungkap Ketua Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Siti Fikriyah SH MSi dalam jumpa pers sebelum acara Launching Start Up dan Sistem Supply Chain Perhutanan Sosial di Hotel Aruss Semarang, Senin 5 Desember 2022.

Dalam jumpa pers ini hadir Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset dan Publikasi Unika juga anggota tim Kedaireka Robertus Setiawan Aji N ST MComIT PhD dan Ketua tim Kedaireka Unika Soegijapranata Linggar Yekti Nugraheni SE MCom Akt PhD CA.

Baca Juga: Tutup Pesparawi Mahasiswa 2022 di Unika Soegijapranata, Ganjar : Ini Terobosan yang Keren

Ketua Tim Kedaireka Unika Soegijapranata Linggar Yekti Nugraheni menjelaskan Universitas Katolik Soegijapranata dan GEMA Perhutanan Sosial berniat untuk mengembangkan start-up agar hasil pertanian dan perhutanan dapat dikelola secara profesional. Harapannya hasilnya dapat dirasakan oleh petani hutan secara lebih baik. Sebab, selama ini GEMA PS memiliki kesulitan dalam pengelolaan produksi, proses rantai pasokan logistik, pelaporan keuangan, distribusi, pemasaran dan penjualan produk petani.

''Pengembangan start-up perhutanan sosial akan meningkatkan komersialisasi, ekspansi, kapasitas dan kesejahteraan petani hutan sosial,'' jelasnya.

Ia menambahkan pengembangan start-up perhutanan sosial tersebut guna meingkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani perhutanan sosial. Hasil produk hasil perhutanan sosial sangat besar dan berpotensi meningkatkan taraf hidup petani.

Namun hasil pertanian dan perhutanan belum dikelola secara profesional, mulai dari produksi, rantai pasokan logistik, pelaporan keuangan dan penjualan sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Permasalahan utama yang dihadapi oleh GEMA PS adalah pengelolaan produk pertanian dan perhutanan yang tidak profesional.

Baca Juga: Mencekam! Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Bus Rombongan Semarang: Langsung Masuk Jurang Kayak Dikopyok

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update Beasiswa KIP Kuliah 2023, Camaba Wajib Pantau!

Senin, 6 Februari 2023 | 20:59 WIB
X