Gus Tommy Prihatin Dukungan Pemkab untuk Pencak Silat Masih Minim

- Minggu, 15 Mei 2022 | 08:09 WIB
Pembukaan Popda Kabupaten Kendal cabang pencak silat di SMK NU 01 Kendal.  (Edi Prayitno / Kontributor Kendal)
Pembukaan Popda Kabupaten Kendal cabang pencak silat di SMK NU 01 Kendal. (Edi Prayitno / Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Anggota DPRD Kendal yang juga pegiat olahraga pencak silat Muhammad Tommy Fadlurahman prihatin dengan minimnya dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal.

Terlihat dari gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Kendal untuk cabang olahraga Pencak Silat tahun 2022 yang tidak mendapatkan anggaran. Padahal kejuaraan ini untuk menyeleksi atlet pencak silat yang akan mewakili Kendal di ajang Popda Propinsi mendatang.

Gus Tommy yang juga Ketua Panitia mengatakan, Popda pencak silat kali ini hanya diikuti 90 peserta, baik tingkat SD, SMP maupun SMA, padahal targetnya 200 peserta. Meski dalam keterbatasan, namun tetap semangat untuk mencetak atlet-atlet pencak silat yang berpotensi.

Baca Juga: Pernah Jabat Kasat Lantas, Kini Kompol Edi Jadi Wakapolres Kendal

"Popda ini selain pembibitan atlet, sekaligus seleksi atlet yang dipersiapkan untuk maju di Popda tingkat wilayah," katanya.

Gus Tommy mengatakan, penyelenggaraan Popda digelar secara mandiri, karena kondisi masih pandemi, sehingga belum ada anggaran dari APBD. Ia berharap kepada Pemda, cabor pencak silat harus diprioritaskan, karena pencak silat merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan.

Selain itu, banyak atlet asal Kendal yang berprestasi di luar daerah Kendal, bahkan sampai tingkat internasional. "Makanya Saya prihatin, jika Popda seperti ini minim anggaran, bahkan tidak ada anggaran sama sekali, maka ke depan Saya berharap agar benar-benar diperhatikan oleh Pemda," ujarnya.

Baca Juga: Pengiriman Sapi dan Kambing di Pelabuhan Kendal Ditutup Sementara, Imbas dari Wabah PMK

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kendal, Ali Supriyanto menjelaskan, bahwa melihat kondisi yang belum memungkinkan, maka untuk semua cabor agar menyelenggarakan Popda secara mandiri. Hal itu sudah disampaikan kepada semua cabor yang masuk dalam kegiatan Popda sejak awal Februari lalu agar mengadakan seleksi secara mandiri. Setelah diseleksi, maka para atlet terbaik untuk terus digembleng dan dilatih, sehingga bisa meraih prestasi di Popda tingkat karesidenan maupun provinsi.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X