Tak Ada Jembatan, Warga di Kendal Ini Terpaksa Menantang Maut Mengarungi Sungai

- Kamis, 29 September 2022 | 21:40 WIB
Kendaraan warga Dusun Tapak Timur Desa Kedunggading Ringinarum tepaksa menerjang sungai untuk bisa ke desa lain karena tidak ada jembatan. (Edi Prayitno / kontributor Kendal)
Kendaraan warga Dusun Tapak Timur Desa Kedunggading Ringinarum tepaksa menerjang sungai untuk bisa ke desa lain karena tidak ada jembatan. (Edi Prayitno / kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM - Warga Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kendal terpaksa menyeberang sungai menantang maut.

Jika hujan deras warga terpaksa memutar melewati desa lain, mengingat tidak ada jembatan penyeberangan. Padahal jalur ini vital bagi warga untuk perekonomian dan pendidikan anak-anak.

Jalur yang masih setapak ini sudah digunakan warga Dusun Tapak Timur Desa Kedunggading sejak puluhan tahun. Akses ini yang tercepat untuk ke pusat desa atau ke lahan pertanian warga serta sekolah.

Baca Juga: Santri Difabel di Kendal Diberi Pelatihan Ekraf agar Mandiri

Selain melintasi jalan setapak warga dan anak-anak terpaksa melewati sungai yang berarus deras. Harus ekstra hati-hati saat menyeberang melintas sungai, karena selain arus deras juga licin.

Pengendara sepeda motor juga nekad melewati sungai karena tidak ada jembatan penghubung.

“Kalau mau ke balai desa lewat sini lebih cepat karena kalau memutar jauh sekali. Tapi kalau kondisi sungai deras dan banjir yang tidak berani lewat,” ujar Teguh, Kamis 29 September 2022.

Baca Juga: Tungku Oven Bocor, Pabrik Kayu di Protomulyo Terbakar

Kondisi warga Dusun Tapak Timur ini sudah sejak lama dan hampir setiap hari melewati derasnya aliran sungai belukar untuk beraktivitas ke desa sebelah. Derita mereka semakin bertambah saat hujan deras menerjang, debit air sungai tinggi dan arus semakin deras sehingga tidak bisa menyeberang.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Rumah di Kelurahan Jotang Terbakar

Rabu, 30 November 2022 | 15:16 WIB
X