Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

- Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB
Rut Niken Kusumaningrum, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UNS Surakarta. (dok pribadi.)
Rut Niken Kusumaningrum, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UNS Surakarta. (dok pribadi.)

AYOSEMARANG.COM -Konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) masyarakat Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi di Asia Tenggara, dengan total konsumsi 20,23 liter perorang/tahun.

Hal ini perlu menjadi perhatian karena makanan maupun minuman berkadar gula tinggi menjadi salah satu faktor penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM), yang berdasarkan data WHO merupakan penyebab 66% kematian di Indonesia.

 Melihat dampak negatif yang dapat ditimbulkan, pemerintah berencana memberikan tarif cukai pada MBDK. Dengan usulan Rp1.500 untuk minuman berpemanis dan Rp2.500 untuk minuman berkarbonasi. Cukai merupakan pungutan yang dikenakan pada barang-barang tertentu yang memiliki karakterisitik tertentu sesuai dengan undang-undang cukai.

Baca Juga: Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Dari sisi kesehatan pemberlakukan cukai MBDK dapat berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Kasus diabetes di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selama kurun waktu 2011-2021, penderita diabetes meningkat sebanyak 12,18 juta atau meningkat 167%, dan diproyeksikan akan meningkat 47% menjadi 28,57 juta pada 2045.

Diabetes dikatakan sebagai mother of disease, karena dapat menyebabkan komplikasi dengan munculnya penyakit-penyakit baru seperti penyakit jantung, hipertensi, dan sebagainya (Selvi, 2020). Apalagi presentase konsumsi minuman manis pada anak usia tiga tahun ke atas di Indonesia mencapai 91,49% pada tahun 2018.

 Hal ini bila dibiarkan dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terlebih saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi dan diperkirakan akan mengalami puncaknya pada tahun 2030.

 Dari sisi keuangan negara, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani menyebutkan bahwa dengan adanya cukai dapat berpotensi menambah pemasukan negara sebesar Rp6,25 triliun. Selain menambah pemasukkan, dengan adanya cukai minuman berpemanis ini dapat mengurangi beban tanggungan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: One Piece 1048 Spoiler Reddit Raw, Reaksi Kru Topi Jerami Usai Luffy Jadi Dewa Nika

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lomba Justifikasi

Kamis, 15 September 2022 | 07:46 WIB

Pemilik Frequensi dan Pelengkap Penderita

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:38 WIB

Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB
X