PBSI UPGRIS Gelar Enam Pementasan Drama

- Jumat, 21 Januari 2022 | 12:04 WIB
Pementasan drama Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). (dok Humas UPGRIS)
Pementasan drama Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). (dok Humas UPGRIS)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pementasan drama. Pementasan dilaksanakan mulai Jumat 7 Januari sampai 31 Januari 2022.

Ada enam kelompok yang mementaskan naskah di hadapan para peserta didik, guru, serta kepala sekolah. Naskah yang dipilih karya Putu Wijaya, Iwan Simatupang, serta Motinggo Busye.

Beberapa kelompok teater yang mementaskan diantaranya teater Setedu, Senyapan, Kwangya, Nawasena, Abinawa, serta Wahyan. Masing-masing melakukan proses latithan selama enam bulan.

Hal ini merupakan presentasi ujian praktik dari mata kuliah drama. Penyutradaraan, kostum, tata rias, tata panggung, tata rias, musik, serta pencahayaan dilakukan oleh masing-masing kelompok.

Baca Juga: Tahapan Pemilihan Rektor UNNES Periode 2022-2026 Dimulai

Enam kelompok memilih enam sekolah SMA dan MA di wilayah Kendal, Semarang, serta Demak. MAN Kendal, SMA N 7 Semarang, SMA Institut Indonesia Semarang, SMA Masehi PSAK Semarang, SMA N 2 Mranggen, serta MA Taqwiyatul Wathon Demak.

“Pementasan ini rutin di selenggarakan secara rutin tiap tahun untuk mata kuliah drama. Program studi PBSI FPBS UPGRIS sejak tahun 2000 sudah mementasan drama melalui mata kuliah prosa fiksi drama (PFD) hingga drama. Para mahasiswa dan tim diharapkan mampu merefleksikan naskah hingga pementasan. Proses penyutradraan hingga produksi pementasan merupakan luaran dari mata kuliah,” ucap Eva Ardiana ketua program studi PBSI, Jumat 21 Januari 2022.

Yosi Noviana, mahasiswa PBSI merasa senang dengan proses pementasan drama di sekolah. Ada banyak pegalaman yang diterima bersama teman satu tim. “Kami harus latihan rutin, memilih sekolah, latihan rias karakter, hingga belajar vokal, blocking, serta ekspresi. Semua kami dapatkan dengan sangat baik dari dosen pengampu mata kuliah. Kami tidak hanya sekedar mendapatkan teori saja. Sehingga ilmu drama benar-benar kami dapatkan,” kata Yosi.

Baca Juga: Penampakan Truk Tronton Kecelakaan Maut di Balikpapan

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sri Suciati Calon Tunggal Rektor UPGRIS

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:34 WIB
X