300 Hektare Tambak Rusak Akibat Banjir Rob di Pesisir Kendal

- Kamis, 26 Mei 2022 | 18:10 WIB
Kondisi tambak di pesisir Kendal yang rusak akibat terjangan banjir rob.  (Edi Prayitno / kontributor Kendal)
Kondisi tambak di pesisir Kendal yang rusak akibat terjangan banjir rob. (Edi Prayitno / kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Sedikitnya 300 hektar tambak di pesisir Kabupaten Kendal rusak akibat banjir gelombang air pasang yang terjadi tiga hari terakhir.

Plt Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, dari data yang ada tambak yang terendam banjir rob berada di Kecamatan Kaliwungu, Kota Kendal, Rowosari, dan Patebon.

Tambak tersebut tersebar di Desa Mororejo dan Wonorejo Kecamatan Kaliwungu, Kelurahan Karangsari, Bandengan dan Banyutowo Kecamatan Kota Kendal, Desa Pidodo Kulon, Kartikajaya Kecamatan Patebon, dan Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari.

Baca Juga: Terlilit Hutang, Pasangan Ini Curi Tas Uang Puluhan Juta di Pasar Gunungpati Semarang

Menurutnya, rata-rata ikan yang terdampak adalah bandeng dan udang, dengan perkiraan usia 1-4 bulan. Dikatakan banjir rob kali ini cukup tinggi hingga air melewati batas tanggul tambak. Sehingga, lanjut dia, air di dalam tambak meluap, ikan pun terbawa arus pindah ke tempat lain.

"Kami akan lakukan pendataan dan pengecekan lebih lanjut di lapangan. Karena ini sifatnya bencana, data yang ada akan kami sampaikan ke provinsi untuk mendapatkan bantuan. Biasanya ada bantuan bibit dan pakan ikan," katanya, Kamis 26 mei 2022.

Baca Juga: Anggota DPR RI Mujib Rohmat Berikan Bantuan kepada Warga Terdampak Rob di Kendal

Sementara itu petani tambak asal Mororejo, Bandu Siswandi mengatakan, banjir rob kali ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, lebih dari 25 kolam tambak dengan perkiraan lebih dari 2 juta ikan terendam banjir rob di wilayahnya.

Kolam miliknya seluas 3000 meter persegi ikut terdampak banjir rob. Beruntung, Siswandi sudah mengantisipasi dengan memanen sebagian besar ikannya sebelum banjir rob datang.

"Ikan saya perkiraan ada 400.000 ekor, sudah saya panen, paling sisa 10.000 - 20.000 ekor saja," tuturnya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dukung Percepatan Ekonomi Warga Lewat Lomba Mancing

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:07 WIB
X