Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Penjualan Sepi karena Wabah PMK Marak di Kendal

- Minggu, 3 Juli 2022 | 19:03 WIB
Hewan kurban dilapak pedagang yang masih banyak karena sepinya pembeli.  (Edi Prayitno kontributor Ayo di Kendal)
Hewan kurban dilapak pedagang yang masih banyak karena sepinya pembeli. (Edi Prayitno kontributor Ayo di Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Pedagang hewan kurban mengeluhkan sepi penjualan dampak dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang marak di Kendal. Kondisi ini berpengaruh pada penjualan hewan sapi untuk kurban. Penjualan sapi untuk kurban mengalami penurunan hingga 30 persen.

Edi Subiyanto, pedagang sapi di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kendal mengaku hingga sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha penjualan sapi untuk kurban baru terjual sebanyak 45 ekor. Padahal pada tahun-tahun sebelum adanya wabah PMK, penjualan sapi untuk kurban sekitar 60 sampai 80 ekor.

"Sementara baru 45 ekor, kalau tahun lalu 60 sampai 80 ekor, jadi penurunan ada kurang lebih 30 persen," katanya, Minggu 03 Juli 2022.

Baca Juga: Gelar Musyawarah Besar, Perguruan Silat Bambu Kuning Mulai Berbenah

Dikatakan, untuk harga, hanya mengalami kenaikan sedikit, namun kisaran harga, masih sama dengan tahun lalu, mulai Rp17,5 juta sampai Rp35 juta per ekor. Hewan sapi kurban yang paling laku di kisaran harga Rp20 sampai Rp25 juta per ekor.

Edi mengatakan, dengan adanya wabah PMK, maka harus menambah biaya untuk perawatan agar sapi-sapinya tetap sehat, seperti membeli obat, vitamin, dan ramuan herbal. Rata-rata per ekor butuh biaya perawatan tambahan sekitar Rp500 ribu. Tentunya butuh tenaga dan waktu untuk merawat lebih ekstra agar sapi-sapinya tetap sehat.

Hewan kurban di lapak pedagang yang masih banyak karena sepinya pembeli (Edi Prayitno kontributor Ayo di Kendal)

"Setiap hari harus dipantau, jadi harus lebih telaten, kesehatan sapinya harus diperhatikan. Biaya perawatan bertambah buat beli obat, vitamin dan lain-lain kurang lebih 500 ribu untuk perawatan satu ekor sapi," ujarnya.

Baca Juga: Xiaomi 12S Ultra Usung Bahan Kulit Silikon, Nyaman dan Sulit Kotor

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

21 Tumpeng Ramaikan Tirakatan Desa Pucangrejo Gemuh

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:12 WIB

Capaian Pembayaran PBB di Kendal Baru 21,92 Persen

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:05 WIB

Cegah Radikalisme, ini Pesan Dandim dan Bupati Kendal

Senin, 15 Agustus 2022 | 17:50 WIB

IFI Kendal Ajak Masyarakat Sehat

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:00 WIB
X