Hindari Antrean di SPBU, Pengendara Pilih Beli BBM di Pertashop, Seorang Pelanggan Ungkap Hal Ini

- Rabu, 28 September 2022 | 11:17 WIB
 Suasana di Petrashop di Kendal yang mulai diserbu pembeli karena tidak mau antre di SPBU. ( (edi prayitno/kontributor Kendal))
Suasana di Petrashop di Kendal yang mulai diserbu pembeli karena tidak mau antre di SPBU. ( (edi prayitno/kontributor Kendal))

KENDAL,AYOSEMARANG.COM -- Kenaikan harga BBM berdampak pada antrean kendaraan yang ingin mengisi Pertalite di SPBU. Penggunaan barcode di pengisian BBM bersubsidi ini membuat antrean mengular panjang.

Warga yang tidak mau antre memilih membeli Pertamax atau membelinya di pertashop yang kini tersebar hingga pelosok desa.

Penjualan BBM Pertamax di sejumlah Pertashop di Kendal mengalami peningkatan paska naiknya harga BBM.

Harga Pertamax di Pertashop sama dengan harga Pertamax di SPBU, yaitu Rp 14.500 per liter. Penjualan Pertamax di Pertashop tidak pernah antri, sehingga pembeli langsung dilayani.

Baca Juga: Donor Darah dalam Rangka HUT PMI di Aula Kecamatan Gemuh Kendal

Mashuri, karyawan Pertashop di jalan raya Ngampel mengatakan, sejak harga BBM naik, penjualan Pertamax naik menjadi 500 sampai 600 liter per hari. Padahal sebelum BBM naik, penjualan Pertamax rata-rata 300 sampai 400 liter per hari.

Menurutnya, naiknya penjualan Pertamax di Pertashop, karena banyak pembeli yang enggan mengantri lama membeli pertalite di SPBU, sehingga beralih membeli Pertamax di Pertashop.

"Menurut saya, naiknya penjualan Pertamax di sini, karena orang-orang yang tidak mau antri panjang di SPBU itu beralih ke Pertashop yang langsung dilayani," katanya, Rabu, 28 september 2022.

Demikian pula disampaikan Tuti, karyawan di Pertashop Sudipayung, saat ini penjualan Pertamax rata-rata 200 liter sampai 300 liter per hari. Padahal sebelum harga BBM naik, rata-rata per hari sekitar 150 liter.

Halaman:

Editor: Wahyu Vitaarum

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X