Daftar Caleg di PPP Tidak jadi Dapat Gaji Selama 5 Tahun

- Senin, 5 Desember 2022 | 15:33 WIB
Sejumlah pendaftar Bacaleg PPP Kabupaten Kendal untuk DPRD Kendal diPemilu 2024. (edi prayitno/kontributor Kendal)
Sejumlah pendaftar Bacaleg PPP Kabupaten Kendal untuk DPRD Kendal diPemilu 2024. (edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM - - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kendal mulai membuka pendaftaran bakal calon legislatif yang berada di 6 daerah pemilihan. Hingga senin 05 desember 2022 sudah ada 30 pendaftar, DPC PPP Kendal sendiri menargetkan di Pemilu 2024 mendatang menargetkan 7 kursi di DPRD Kendal.

“Kita sedang menjaring caleg untuk maju di DPRD Kendal dan PPP punya slogan mendaftar caleg tidak jadi tetap dapat gaji selama 5 tahun,” jelas Ketua DPC PPP Kendal Abdul Syukur.

Namun demikian caleg yang akan mendapatkan gaji 5 tahun meski tidak jadi ada mekanismenya. Yakni calon mendapatkan suara minilam 1.500 dan tidak menjadi anggota DPRD maka akan mendapatkan komensasi gaji selama 5 tahun.

Baca Juga: Beredar Isu Balas Dendam Tawuran, Ini Antisipasi Polres Kendal

“Gaji yang akan kita berikan adalah hasil dari perolehan suara minimal 1.500 yang akan dihargai setiap suara senilai RP 40.000. Jadi semisal caleg dapat suara 1.500 maka akan dikalikan Rp 40.000 yakni sebesar Rp 60.000,” imbuhnya.

Abdul Syukur mengatakan bahwa pondok pesantren adalah rumah PPP, sedangkan para kyai adalah bapaknya sehingga partai ini merangkul semua umat muslim baik NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya.

Dengan adanya iming iming ini dimanfaatkan kalangan muda, saat baru dibuka sudah ada 25 caleg yang sudah mengambil formulir pendaftaran. PPP akan menerima pendaftaran caleg sebanyak banyaknya namun nantinya akan di screening kembali.

Salah satu bakal calon caleg dari dapil 4 , Karen Pujarisma mengatakan sebagai perempuan dengan adanya kesetaraan gender ia berani dan mampu untuk mewakili dari kaum hawa untuk menjadi bakal calon legislatif. “Selama ini partai berlambang kabah ini dianggap partainya kaum tua sehingga kaum hawa dan kaum muda belum banyak yang mendaftar melalui partai persatuan pembangunan,” katanya.

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X