KAMUS SEMARANGAN Enggak Usah Bingung, Ini Arti Kata Lempoh, Lenjeh, dan Lodong di Dialek Semarangan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 15:00 WIB
Wisatawan yang ramai di Kota Lama. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Wisatawan yang ramai di Kota Lama. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

Selain ndhas yang seharusnya digunakan untuk menyebut hewan namun tidak demikian dalam bahasa semarangan, begitupula berlaku untuk organ yang lain misalnya mata dan mulut.

Kalau mata dalam bahasa Jawa penyebutannya dibagi menjadi 4 jenis yakni mata, paninggal dan soca, namun dalam bahasa semarangan yang digunakan adalah mata saja, baik itu untuk menyebut manusia atau bianatang.

Selain mata, mungkin penyebutan tanpa sekat antara manusia dan hewan itu juga berlaku untuk mulut.

Dalam bahasa semarangan sebutan mulut terdiri dari cocot, conggros dan tutuk.

Kekhasan penyebutan organ tubuh tadi juga digunakan orang Semarang untuk pengungkapan populer.

Misalnya pecah ndase (pusing, kehabisan akal), cekelan sirah (berpikir keras), lambe tipis (ceriwis/ banyak bicara), lambene suwek (umpatan kasar), lalu juga seperti matane ijo (mata duitan).

Inilah kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui artinya.

Baca Juga: Money Heist: Korea - Joint Economic Area Berapa Episode? Tayang di Netflix 24 Juni 2022

- nglembek : sengaja melemah
- lempoh : tak kuat berjalan karena terlalu capek
- leng : lubang (tempat bersembunyi belut, ular, dan binatang air lainnya
- lenjeh : siap kawin, siap dipasangi ( biasa merujuk merpati betina)
- lobang : lubang, calon pembeli, peluang bisnis
- lobok : ukuran terlalu besar (sepatu), longgar
- lodong : toples, wadah berbentuk tabung yang terbuat dari bahan kaca
- longan : kolong tempat tidur
- longgor : berbadan tinggi
- loteng : lantai dua atau lebih dari bangunan bertingkat


itulah tadi sejumlah kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X