Lapas Harus Jadi Pendorong Inovasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi

- Senin, 28 November 2022 | 17:55 WIB
Penanaman bibit kelapa kopyor genjah di Lapas Terbuka Bleder Kendal Senin 28 November 2022.  (Edi Prayitno/ kontributor Kendal)
Penanaman bibit kelapa kopyor genjah di Lapas Terbuka Bleder Kendal Senin 28 November 2022. (Edi Prayitno/ kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kini dituntut untuk bisa meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian warga binaan. Peningkatan kualitas dilakukan dalam membentuk kemandirian warga binaan.

"Lapas harus bisa memberikan pendidikan dan keterampilan kepada warga binaan. Targetnya supaya warna binaan mendapatkan sertifikasi, sehingga memudahkan mendapatkan pekerjaan setelah keluar dari lapas," terang Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Yuspahruddin saat membuka workshop tentang Pembangunan Kebun Plasma Nutfah Kelapa Kopyor di Lapas Terbuka Kendal Senin 28 November 2022.

Dikatakan Lapas akan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi, supaya keahlian atau keterampilan warga binaan benar-benar diakui, sehingga memudahkan ketika melamar kerja.

Baca Juga: Spesalis Pencuri Baterai Tower Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Pekalongan

Yuspahruddin menambahkan, Lapas harus menjadi pendorong inovasi dan kreativitas dalam pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu dengan berbagai usaha bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan maupun usaha lainnya.

Lapas harus bisa meningkatkan perekonomian dalam rangka membangun ketahanan pangan. Warga binaan diberi bekal keterampilan, sehingga setelah keluar dari lapas, warga binaan bisa hidup dengan baik karena memiliki keterampilan, sehingga bermanfaat dan berguna bagi masyarakat.

"Lapas harus ikut andil dalam menopang ketahanan pangan melalui usaha produktif yang dikelola ataupun usaha yang ditekuni oleh warga binaan setelah keluar nanti," imbuhnya.

Sementara Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy mengatakan, Budidaya kelapa kopyor genjah ini pada tahap awal disiapkan sebanyak 150 bibit kelapa kopyor genjah dengan lahan seluas 1,5 hektare. Targetnya dalam jangka waktu tiga tahun ke depan sudah mulai panen tiap bulannya.

Baca Juga: Saatnya Produk SMK Berbasis Pesantren Punya Daya Saing

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X