(SEMARANGAN) Kampung Basahan Part 2: Alasan Baito Masih Enggan Berpisah dengan Kampungnya

- Selasa, 7 Juni 2022 | 17:43 WIB
Baito dan gerobak tempat tinggalnya di Kampung Basahan. Meskipun sudah tidak punya rumah, Baito tetap tinggal di kampung itu. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Baito dan gerobak tempat tinggalnya di Kampung Basahan. Meskipun sudah tidak punya rumah, Baito tetap tinggal di kampung itu. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM - Menyinggung Kampung Basahan memang tidak bisa lepas dari Sugiarto atau Baito (74).

Sebab Baito merupakan generasi pertama yang masih tinggal di Kampung Basahan meskipun pemukiman itu nyaris hilang dan kini hanya jadi lorong kecil jalan pintas.

Baito mengaku meskipun dia punya rumah di Mangkang, namun dia menghabiskan waktunya sehari-hari di Kampung Basahan.

"Saya lahir di sini. Lama di sini. Jadi ya tinggal di sini saja di sebuah gerobak," ujarnya saat ditemui Senin, 7 Juni 2022.

Gerobak rapuh dan hampir ambruk memang tempat tinggal Baito kalau di Kampung Basahan.

Baca Juga: (SEMARANGAN) Kampung Basahan Part 1: Pernah Jadi Rumah Panglima Pangeran Diponegoro, Sentot Ali Basah

Saat hendak dilihat, Baito sebetulnya keberatan.

Dia agak tidak setuju, bukan karena di dalamnya ada barang berharga atau yang lainnya, namun memang seperti kapal pecah.

"Yah, beginilah kehidupan pemulung. Seadanya yang penting bisa buat tidur. Tapi kalau hujan ya saya pulang," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X